Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Warem Makin Marak,Pemeritah Di Minta Tegas

 
KEMANG - Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) atau warung remang-remang (warem) yang kian makin banyak tumbuh seperti jamur di musim hujan di wilayah Kecamatan Kemang mendapat kecaman masyarakat. Bahkan warga menuding, keberadaan THM/warem yang identik dengan aktifitas esek-esek ini, seolah dibiarkan keberadaannya tanpa ada penertiban dari pihak yang berwenang. "pasca pembongkaran akhir tahun 2014 lalu,keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) atau warem koq makin banyak. ada apa ini? kemana pemerintah yang bertugas menertibkan persoalan tersebut." ujar Iwan Sastro (38), salah seorang warga Kecamatan Kemang.


Iwan mengungkapkan, bahwa keberadaan warem di wilayah Kecamatan Kemang selalu saja akan muncul kembali, meski sudah ada pembongkaran berkali-kali. "lokasi pembangunannya pasti di tempat atau blok yang sama. lihat saja contohnya di Blok Yuli dan Blok Empang. saat ini sudah ada puluhan bangunan warem yang bebas melakukan usaha tanpa ada rasa takut atau bersalah dari para pemiliknya.Seharusnya pemerintah segera bertindak tegas." papar Iwan. Sementara saat Harian Bogor mendatangi salah seorang pemilik warem EKM, dirinya mengatakan bahwa usahanya ini sudah mendapat ijin lingkungan. "kami membuka usaha ini juga tidak gratis.jadi jangan dari satu sisi menilainya." ketusnya.

Menanggapi banyaknya keluhan warga terhadap keberadaan warem di wilayahnya, Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono mengungkapkan, pihak pemerintah Kecamatan Kemang akan segera melakukan pendataan dan penertiban kepada semua pemilik usaha warem tersebut. "saya sudah perintahkan kepada satuan polisi (Satpol) Pamong Praja Kecamatan Kemang untuk segera melakukan penertiban. Rencananya dalam waktu dekat kegiatan penertiban itu akan kita laksanakan." terang Wahyu saat ditemui Harian Bogor di kantornya.(Laskar)
 

ID LAWAS


Ada Petugas Satpol PP Cantik di Purwakarta

 
Purwakarta - Kesan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang selama ini dianggap harus seorang laki-laki dan berwajah seram, kini tidak lagi demikian. Seperti di Kabupaten Purwakarta, posisi sebagai petugas Satpol PP itu juga bisa ditempati dara-dara cantik, berkulit putih, juga berkerudung. Dan mereka itu menjadi garda terdepan peneggakan perda di Purwakarta.


Di antara ratusan petugas Satpol PP Kabupaten Purwakarta, 10 orang diantaranya merupakan dara-dara cantik nan anggun. Mereka direkrut sejak 2013. Dari 100 orang pelamar, berhasil terjaring 10 orang dan berstatus sebagai pegawai honororer.

Dalam kesehariannya, mereka bertugas sebagai petugas administrasi di kantor Satpol PP Pemkab Purwakarta. Namun, jangan salah, jika ada penertiban, mereka terjun langsung. Tentu saja, panas-panasan dan langsung berhadapan dengan pelanggar perda.

"Awalnya enggak kepikiran masuk Satpol PP, tapi dicoba aja dulu. Setelah dijalanin ya menikmati pekerjaan ini," ujar Neni Meidha R, petugas Satpol PP ketika ditemui di Alun-alun Maya Datar Pemkab Purwakarta, Rabu (17/3).

Mereka pun kerap diturunkan dalam sejumlah penertiban, di bawah cuaca panas dan terik Purwakarta.

"Ya pernah, penertiban pedagang sampai pengamen. Kalau kami lebih ke negosiasi kalau negosiasi gagal baru yang petugas satpol laki-laki," katanya. (men)

Warga Jabar Ditangkap, Gubernur Tunggu Info Resmi dari Kemenlu

 
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan masih menunggu informasi resmi dari Kementrian Luar Negeri terkait kabar penangkapan warga Jabar di Turki. Aher mengatakan pihaknya belum mengetahui motif kepergian sejumlah warganya yang lalu ditangkap pemerintah Turki.

"Saya belum tahu motifnya apakah terkait ISIS atau tidak, bisa saja karena diiming-imingi, diajak piknik atau apa kan belum jelas. Dari Kemenlu belum ada info," katanya di Gedung Pakuan, Selasa (17/3)

Aher mengatakan sampai saat ini Pemprov lebih bersifat menunggu informasi lebih lanjut dari Kemenlu dan Kepolisian. Meski begitu, ia turut menyesalkan adanya kejadian tersebut.

Ia menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama karena dikhawatirkan semakin banyak modus rekruitmen ISIS yang baru.

"Ya semua pihak harus hati-hati terhadap lingkungan sekitar. Jangan mau diajak dengan ajakan tidak jelas. Pokoknya yang gak jelas jangan diikuti," ujarnya. (isa)

Perjalanan Raden Pamanah Rasa


Kisah Prabu Siliwangi sangat dikenal dalam sejarah Sunda sebagai Raja Pajajaran. Salah satu naskah kuno yang menjelaskan tentang perjalanan Prabu Siliwangi adalah kitab Suwasit.Kitab yg di tulis dngn menggunakan bhs.sunda kuno di dalam selembar kulit Macan putih yg di temukan di desa pajajar Rajagaluh jawa barat.


Prabu Siliwangi seorang raja besar pilih tanding sakti Mandraguna,Arif & Bijaksana Memerintah Rakyatnya di kerajaan Pakuan Pajajaran Putra Prabu Anggalarang atau Prabu dewa Niskala Raja dari kerajaan Gajah dari dinasti Galuh yang berkuasa di Surawisesa atau Kraton Galuh di Ciamis Jawa barat. Pada masa mudanya dikenal dengan nama Raden Pamanah Rasa. Sejak kecil beliau Diasuh oleh Ki Gedeng Sindangkasih, seorang juru pelabuhan Muara Jati di kerajaan singapura (seblum bernama kota cirebon).

Setelah Raden pemanah Rasa Dewasa & sudah cukup ilmu yg di ajarkan oleh ki gedeng sindangkasih, beliau kembali ke kerajaan Gajah untuk Mengabdi kepada ayahandanya prabu Angga Larang/dewa Niskala. Setelah itu Raden pemanah Rasa Menikahi Putri ki gedeng sindangkasih yang bernama nyi Ambet kasih.

Ketika itu Kerajaan gajah dalam pemerintahan Prabu dewa Niskala atau prabu Angga Larang sedang dalam masa keemasanya wilayahny terbentang Luas dari Sungai Citarum Di karawang yg berbatasan Langsung dengan kerajaan Sunda,smpai sungai ci-pamali berbatasan Dengan Majapahit.

Silsilah Prabu Siliwangi sebagai keturunan ke-12 dari Maharaja Adimulia.

MAHA RAJA ADI MULYA / RATU GALUH AJAR SUKARESI Menikahi Dewi Naganingrum / Nyai Ujung Sekarjingga berputra :
PRABU CIUNG WANARA berputra :
SRI RATU PURBA SARI berputra :
PRABU LINGGA HIANG berputra :
PRABU LINGGA WESI berputra :
PRABU SUSUK TUNGGAL berputra :
PRABU BANYAK LARANG berputra :
PRABU BANYAK WANGI berputra :
PRABU MUNDING KAWATI / PRABU LINGGA BUANA berputra :
PRABU WASTU KENCANA ( PRABU NISKALA WASTU KANCANA )berputra :
PRABU ANGGALARANG ( PRABU
DEWATA NISKALA ) menikahi Dewi Siti Samboja / Dewi Rengganis berputra :
SRI BADUGA MAHA RAJA PRABU SILIHWANGI/PRABU PEMANAH RASA (1459-1521M)

Pada suatu Hari Prabu AnggaLarang Geram karna Banyak dari penduduknya di muara jati yg beragama Hindu Pindah keagama Baru yg Dibawa oleh Alim Ulama dari Campa kamboja bernama Syekh Quro, Agama tersebut Bernama islam maka di utuslah beberapa orang kepercayaannya Untuk Mengusir Ulama itu dari tanah jawa.

Konon kabarnya,Ulama besar yang bergelar Syekh Qurotul’ain dengan nama aslinya Syekh Mursyahadatillah atau Syekh Hasanudin.beliau adalah seorang yang arif dan bijaksana dan termasuk seorang ulam yang hafidz Al-qur’an serta ahli Qiro’at yang sangat merdu suaranya. Syekh Quro adalah putra ulama besar Mekkah,penyebar agama Islam di negeri Campa (Kamboja) yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih keturunan dari Sayidina Hussen Bin Sayidina Ali RA.dan Siti Fatimah putri Rosulullah SAW.

Sebelum Beliau datang ke tanah jawa sekitar tahun 1409 Masehi,Syekh Quro pertama kali menyebarkan Agama islam di negeri Campa Kamboja ,lalu ke daerah Malaka dan dilanjutkan ke daerah Martasinga Pasambangan dan Japura akhirnya sampailah ke Pelabuhan Muara Jati yg saat itu syahbandar di gantikan oleh ki gedeng Tapa karna Ki gedeng sindangkasih telah Wafat.

Disini beliau disambut dengan baik oleh Ki Gedeng Tapa atau Ki Gedeng Jumajan Jati,yang masih keturunan Prabu Wastu Kencana Ayah dari Prabu Anggalarang dan, oleh masyarakat sekitar.
mereka sangat tertarik dengan
ajaran yang disampaikan oleh Syekh Quro yang di sebut ajaran agama Islam.
Sampailah para utusan itu di depan pondokan syech Quro,Utusan itu Menyampaikan Perintah dari Rajanya Agar penyebaran agama Islam di muara jati Harus segera dihentikan.
Perintah dari Raja Gajah tersebut
dipatuhi oleh Syeh Quro.namun,kepada utusan prabu Anggalarang
yang mendatangi Syekh Quro,beliau
mengingatkan,meskipun ajaran agama Islam dihentikan penyebarannya.
tapi kelak, dari keturunan Prabu Anggalarang akan ada yang menjadi seorang Wali Allah.
Beberapa saat kemudian beliau pamit
pada Ki Gedeng Tapa untuk kembali ke negeri Campa,di waktu itu pula Ki Gedeng Tapa menitipkan putrinya yang bernama Nyi Mas Subang Larang,untuk ikut dan berguru pada Syekh Quro.
Berangkatlah Syeh Quro bersama Nyi subang Larang dngn menggunakan Perahu kembali ke negri campa kamboja.

Sebagai Seorang putra Raja Beliau tidak Betah tinggal diam di istana,Raden Pamanah Rasa kerap mengembara Menyamar menjadi Rakyat Jelata dari daerah satu ke daerah Lainya,Menolong yg Lemah & Memberantas Keangkaramurkaan,Gemar bertapa & mencari kesaktian, Di dalam salah satu pengembarannya, Ketika beliau hendak beristirhat di Curug atau air terjun,curug itu bernama Curug Sawer yg terletak di daerah Majalengka,Raden pemanah Rasa dihadang oleh siluman Harimau Putih Pertempuran pun tak terelakkan.
Raden Pamanah Rasa dan Siluman Harimau Putih yang diketahui memiliki kesaktian tinggi itu pun bertarung sengit hingga Setengah Hari,Namun kesaktian Prabu Pamanah Rasa berhasil
memenangi pertarungan dan membuat siluman Harimau Putih tunduk kepadanya.
Harimau Putih itu memberi sebuah pusaka yg terbuat dari kulit Macan,
Dengan pusaka itu beliau bisa Terbang Laksana burung,Menghilang tak terlihat oleh mata (ajian Halimun),berjalan secepat angin (Ajian saepi Angin)& Bisa Mendatangkan Bala tentara Jin.
Harimau itupun memutuskan untuk mengabdi kepada Raden Pamanah Rasa sebagai pendamping beliau.
Dengan tunduknya Raja siluman Harimau Putih,maka meluaslah wilayah kerajaan Gajah.
Siluman Harimau Putih beserta pasukannya selanjutnya dengan setia mendampingi dan membantu Raden Pamanah Rasa. 
Salah satunya kala kerajaan Gajah
menundukkan kerajaan2 yg Memeranginya.Siluman Harimau Putih juga turut membantu Raden Pamanah rasa saat kerajaan Pajajaran diserang oleh pasukan Mongol pada Masa kekaisaran Kubilai khan.
Karna Jasa-jasa Anaknya yg begitu besar dalam Kejayaan kerajaan gajah,maka diangkatlah Raden pemanah Rasa sebagai Raja kedua di kerajaan tersebut.
Prabu Pamanah Rasa pun selanjutnya
mengubah nama kerajannya menjadi
kerajaan Pajajaran. Yang berarti menjajarkan atau menggabungkan kerajaan Gajah dengan kerajaan Harimau Putih.
Seiring meluasnya wilayah kerajaan Gajah,Prabu Pamanah Rasa kemudian membuat senjata sakti yang pilih tanding. 
Beliau menyuruh Eyang Jaya Perkasa untuk membuat senjata pisau berbentuk harimau sebanyak tiga Buah,Dalam Tiga Warna, yaitu Kuning, Hitam, Putih.
Senjata pertama yang berwarna hitam,dibuat dari batu yang jatuh dari langit yang sering disebut meteor, yang dibakar dengan kesaktian Prabu Pamanah Rasa Dalam membentuk besi yang diperuntukkan untuk membuat senjata tersebut. 
Senjata Kedua dibuat dari air,api yang dingin,yang warnanya kuning dibekukan menjadi besi kuning, Senjata ketiga dari besi biasa yang direndam dalam air hujan menjadi putih berkilau.
Senjata itu selesai dalam waktu tujuh hari.
semalam penuh Pengeran Pamanah
Rasa memikirkan nama untuk senjata sakti tersebut,tepat ayam berkokok ditemukan nama untuk ketiga barang tersebut,Pisau pusaka itu di beri nama KUJANG (Senjata Berbentuk Harimau), dikarenakan
Pusaka itu ada tiga,Maka kujang tersebut di beri nama KUJANG
TIGA SERANGKAI,yang Artinya
BEDA-BEDA TAPI TETAP SAMA.
Senjata itu berbentuk melengkung dengan ukiran harimau di gagangnya. Ukiran harimau di gagang Kujang konon sebagai pengingat terhadap pendamping setianya, siluman
Harimau Putih.
Dan pusaka itu yg kini menjadi lambang dari propinsi Jawa Barat,

Beberapa Tahun kemudian Syekh Quro datang kembali ke negeri Pajajaran beserta Rombongan para santrinya,dengan menggunakan Perahu dagang dan serta didalam rombongan adalah,Nyi Mas Subang Larang,Syekh Abdul Rahman.Syekh Maulana Madzkur dan Syekh Abdilah Dargom.
Setelah Rombongan Syekh Quro melewati Laut Jawa dan Sunda Kelapa dan masuk Kali Citarum,yang waktu itu di Kali tersebut ramai dipakai Keluar masuk para
pedagang ke Pajajaran,akhirnya
rombongan beliau singgah di Pelabuhan Karawang.
Menurut buku sejarah masa silam Jawa Barat yang terbitan tahun 1983
disebut,Pura Dalem.
mereka masuk Karawang sekitar 1416 M.yang mungkin dimaksud Tangjung Pura,dimana kegiatan Pemerintaahan dibawah kewenangan Jabatan Dalem..Karena rombongan tersebut,sangat menjunjung tinggi peraturan kota Pelabuhan,sehingga aparat setempat sangat menghormati dan,memberikan izin untuk mendirikan Mushola ( 1418 Masehi) sebagai sarana Ibadah sekaligus tempat tinggal mereka.Setelah beberapa waktu berada di
pelabuhan Karawang,Syekh Quro
menyampaikan Dakwah-dakwahnya di Mushola yang dibangunya (sekarang Mesjid Agung Karawang ).dari urainnya mudah dipahami dan mudah diamalkan,ia beserta santrinya juga memberikan contoh pengajian Al-Qur’an menjadi daya
tarik tersendiri di sekitar karawang.

Ulama besar ini sering mengumandangkan suara Qorinya yang merdu bersama murid-muridnya,Nyi Subang Larang,Syekh Abdul
Rohman,Syekh Maulana Madzkur dan
santri lainnya seperti ,Syekh Abdiulah
Dargom alias Darugem alias Bentong bin Jabir Modafah alias Ayekh Maghribi keturunan dari sahabat nabi (sayidina Usman bin Affan).
Berita kedatangan kembali Syekh
Quro,rupanya terdengar oleh Prabu
Anggalarang yang pernah melarang
penyebaran agama islam di muara jati,sehingga Prabu Anggalarang
mengirim utusannya.untuk menutup
pesantren Syekh Quro dengan paksa.
utusan yang datang itu adalah Putra Mahkota yang bernama Raden Pamanah Rasa. 
sesampainya di depan pesantren Raden pemanah Rasa tertambat hatinya oleh alunan suara merdu yang dikumandangkan oleh Nyi Subang Larang,”Saat menlantunkan Ayat-ayat Al-Qur’an,”
Prabu Pamanah Rasa akhirnya
mengurungkan niatnya untuk menutup pesantren tersebut.
Atas kehendak yang Maha Kuasa Prabu Pamanah Rasa,menaruh perhatian khususnya pada Nyi Subang Larang yang cantik dan
merdu suaranya.
Beliau pun menyampaikan keinginanya untuk mempersunting Nyi Subang Larang sebagai permaisurinya.
Pinangan tersebut diterima tapi,dengan syarat mas kawinnya yaitu Lintang Kerti Jejer Seratus,yang di maksud itu adalah simbol dari Tasbeh yang merupakan alat untuk berdzikir.
Selain itu,Nyi Subang Larang mengajukan syarat lain agar kelak anak-anak yang lahir dari mereka harus menjadi Raja.
seterusnya menurut cerita,semua
permohonan Nyi Subang Larang
disanggupi oleh Raden Pamanah
Rasa.Atas petunjuk Syekh Quro,Prabu
Pamanah Rasa segera pergi ke Mekkah.
Di tanah suci Mekkah,Prabu Pamanah
Rasa disambut oleh seorang kakek
penyamaran dari Syekh Maulana Jafar Sidik.

Prabu Pamanah Rasa merasa
keget,ketika namanya di ketahui oleh
seorang kakek.Dan Kekek itu, bersedia
membantu untuk mencarikan Lintang
Kerti Jejer Seratus dengan syarat harus mengucapkan Dua Kalimah Syahadat.Sang Prabu Pamanah Rasa denga tulus dan ikhlas mengucapkan,Dua Kalimah Syahadat.yang makna pengakuan pada Allah SWT,sabagai satu-satunya Tuhan yang harus disembah dan, Muhammad
adalah utusannya.
Semenjak itulah,Prabu Pamanah Rasa
Atau prabu silihwangi masuk agama Islam dan menerima Lintang Kerti Jejer Seratus atau Tasbeh,mulai dari itu,Prabu Pamanah Rasa diberi ajaran tentang agama islam yang sebenarnya.
Setelah itu Prabu Pamanah Rasa segera kembali ke Kraton Pajajaran,Untuk melangsungkan pernikahannya denga Nyi Subang Larang waktu terus berjalan maka pada tahun 1422 M,pernikahan di langsungkan di Pesantren Syekh Quro dan
dipimpin y oleh Syekh
Quro.
Hasil dari pernikahan tersebut mereka
dikarunai 3anak yaitu:
1.Raden Walangsungsang/kian santang( 1423 Masehi)
2.Nyi Mas Rara Santang ( 1426 Masehi)
3.Raja Sangara ( 1428 Masehi).

Nama Silihwangi pun & dikenal sebagai raja yang mencintai rakyatnya. 
Dia meminta agar pajak hasil bumi tidak memberatkan rakyat. Dia juga mengatur pemerintahan dengan cukup baik sehingga Pajajaran disegani.
Kemudian Prabu Silihwangi Menikahi putri Prabu Susuktunggal Raja dari kerajaan Sunda,yg bernama 
KENTRING MANIK MAYANG SUNDA
Jadilah antara Raja Sunda dan Raja Galuh yang seayah ini menjadi besan.Pada tahun 1482 , Prabu Dewa Niskala menyerahkan Tahta Kerajaan Galuh kepada puteranya Raden pemanah Rasa atau Jaya Dewata.
Demikian pula dengan Prabu
Susuktunggal yang menyerahkan Tahta Kerajaan Sunda kepada menantunya ini(Jayadewata). 
Dengan peristiwa yang terjadi pada tahun 1482 itu, kerajaan
warisan Wastu Kencana berada kembali dalam satu tangan. 
PRABU SILIHWANGI.
Beliau memutuskan untuk berkedudukan di Pakuan sebagai "Susuhunan" karena ia telah lama tinggal di sina menjalankan pemerintahan sehari-hari mewakili mertuanya. Sekali lagi Pakuan menjadi pusat pemerintahan. 
Zaman Pajajaran diawali oleh pemerintahan Prabu Jayadewata yang bergelar Sri Baduga Maharaja prabu silihwangi yang memerintah selama 39 tahun (1482 - 1521). 
Pada masa inilah Pakuan Pajajaran mencapai puncak perkembanganya.
Gemah Ripah Loh Jinawi,Daerah kekuasaanya sepertiga pulau Jawa yg terbentang Luas dari ujungkulon sampai ke Dataran tinggi Dieng jawa tengah.wilayah ini kala itu di sebut tataran Sunda.

Singkat Cerita Setelah Prabu Silihwangi di tinggal nyi Subang Larang ke Rahmat Allah,istri yg paling di cintainya.
Beliau mulai Melupakan islam yg pernah di ikrarkanya,Beliau lebih Memilih Kembali Memeluk Agama yg di Anut leluhurnya(sunda wiwitan).
Sedangkan Raden Walangsungsang yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad saw. 
Lalu,ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya, Prabu Siliwngi. Namun, Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana. 
Pangeran walangsungsang lahir dikeraton Pajajaran bertepatan dengan Tahun 1423 Masehi. Pada masa mudanya ia memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik,
kurang lebih 17 tahun lamanya ia hidup di Istana Pajajaran.
Pada suatu malam, Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran.
Ia menuruti panggilan mimpi untuk
berguru agama nabi kepada
Syekh Nurjati, seorang pertapa asal
Mekah di bukit Amparan Jati cirebon.
Dalam perjalanan mencari Syekh Nurjati,Walangsungsang bertemu dengan seorang pendeta Budha bernama Resi Danuwarsi.
Kemudian Beliau pergi menuju Gunung Dihyang di Padepokan Resi Danuwarsih, masuk wilayah Parahiyangan Bang Wetan. Resi
Danuwarsih adalah seorang Pendeta
Budha yang menjadi penasehat Keraton Galuh, ketika Ibukota Kerajaan masih di Karang Kamulyan Ciamis. Sulit dibayangkan bagaimana keteguhan Sang Pangeran yang muslim, berguru kepada seorang Pendeta yang secara lahiriah
masih beragama Budha. 
tp Mungkin saja secara hakiki sang Danuwarsih sudah Islam meskipun tingkah lakunya masih Hindu-Budha. Tetapi yang Jelas kedatangan Putra Sulung Prabu Siliwangi di Padepokan Gunung Dihyang disambut suka cita oleh pendeta Danuwarsih. 
Dan untuk menyempurnakan kegembiraan tersebut, sang Guru menikahkan putri satu-satunya yang bernama Endang Geulis.
Darinyalah lahir seorang putri yang bernama Nyai Mas Pakungwati yang kelak kemudian hari menjadi permaisuri Kanjeng Sunan Gunung jati.
Begitupun Rara santang adik
Walangsungsang yang juga berkeinginan untuk mempelajari agama nabi,Rarasantang amat bersedih hati ditinggalkan pergi oleh kakaknya. Ia terus menerus menangis. Jerit hatinya tak tertahankan lagi hingga akhirnya ia
pun pergi meninggalkan istana Pakuan Pajajaran.
Lalu, Prabu Siliwangi mengutus Patih
Arga untuk mencari sang putri. Ia tidak diperkenankan pulang jika tidak berhasil menemukan Rarasantang. Namun, usaha Patih Arga sia-sia belaka karenanya ia tidak berani pulang. 
Akhirnya, ia mengambil keputusan mengabdi di negeri Tajimalela.
Sementara itu, perjalanan Rarasantang telah sampai ke Gunung Tangkuban-perahu dan bertemu dengan Nyai Ajar Sekati. 
Rarasantang diberi pakaian sakti
oleh Nyai Sekati sehingga ia bisa
berjalan dengan cepat. Nyai Sekati
memberi petunjuk agar Rarasantang
pergi ke gunung Cilawung menemui
seorang pertapa. Di gunung Cilawung,
oleh ajar Cilawung nama Rarasantang
diganti menjadi Nyai Eling dan diramal akan melahirkan seorang anak yang akan menaklukkan seluruh isi bumi dan langit,dikasihi Tuhan, dan menjabat sebagai pimpinan para wali. Selanjutnya, Nyai Eling diberi petunjuk agar meneruskan perjalanan ke Gunung Merapi.
Cerita beralih dengan menceritakan Resi Danuwarsi yang juga dikenal dengan nama Ajar Sasmita,yang tengah mengajar Walangsungsang. Sang Danuwarsi mengganti nama
Walangsungsang menjadi Samadullah
dan menghadiahi sebuah cincin bernama Ampal yang berkesaktian dapat dimuati segala macam benda. Ketika keduanya tengah asyik berbincang-bincang tiba-tiba datanglah Rarasantang yang serta
merta memeluk kakaknya. Di Gunung
Merapi, Walangsungsang di nikahkan
dengan indang geulis putri dari Resi Danuwarsi.
Sesuai dengan petunjuk Resi Danuwarsi, Samadullah beserta istri
dan adiknya meninggalkan Gunung
Merapi menuju bukit Ciangkup. Indang
Geulis dan Rarasantang “dimasukkan” ke dalam cincin Ampal.
Di bukit Ciangkup tempat bertapa seorang pendeta Budha bernama Sanghyang Naga,Samadullah
diberi pusaka berupa sebilah golok
bernama golok Cabang yang dapat
berbicara seperti manusia dan bisa
terbang. Setelah mengganti nama
Samadullah,Sanghyang Naga memberi petunjuk agar Samadullah melanjutkan perjalanan ke Gunung Kumbang menenemui seorang pertapa yang bergelar Nagagini yang sudah teramat tua.
Nagagini adalah seorang pendeta yang mendapat tugas dewata untuk menjaga beberapa jenis pusaka: kopiah waring,badong bathok (hiasan dada dari tempurung), serta umbul-umbul yang harus diserahkan kepada putera Pajajaran. 
Atas petunjuk Nagagini,Walangsungsang kemudian berangkat ke Gunung Cangak. Nagagini memberi
nama baru bagi Walangsungsang, yakni Karmadullah.
Ketika tiba di Gunung Cangak, Walangsungsang melihat pohon
kiara yang setiap cabangnya dihinggapi burung bangau. Walangsungsang bermaksud menangkap salah seekor burung bangau itu, tetapi khawatir semuanya akan terbang jauh. 
Ia teringat akan pusakanya kopiah waring yang khasiatnya menyebabkan ia tidak akan terlihat oleh siapapun termasuk jin dan setan. 
Kopiah Waring segera ia pakai,
lalu ia mengambil sebatang bambu
untuk membuat bubu yang dipasang
disalah satu cabang kiara. 
Dalam bubu itu diletakkan seekor ikan. Burung-burung bangau tertarik melihat ikan dalam bubu hingga membuat suara berisik dan menarik perhatian raja bangau (Sanghyang Bango) yang segera mendekati “rakyatnya”.
Raja Bango berusaha mengambil ikan
dalam bubu, namun ia terjebak masuk
ke dalam perangkap dan tak dapat
keluar, dan akhirnya ditangkap oleh
Walangsungsang. Raja Bango
mengajukan permohonan agar tidak
disembelih, dan ia menyatakan takluk
kepada Walangsunsang serta
mengundangnya untuk singgah di
istananya guna diberi pusaka. 
Di dalam istana, Raja Bango berubah menjadi seorang pemuda tampan dan
menyerahkan benda pusaka berupa:
periuk besi, piring, serta bareng. Periuk
besi dapat dimintai nasi beserta lauk
pauknya dalam jumlah yang tidak
terbatas, piring dapat mengeluarkan
nasi kebuli, sedangkan bareng dapat
mengeluarkan 100.000 bala tentara.
Sanghyang Bango memberi nama Raden Kuncung kepada Walangsungsang yang kemudian melanjutkan perjalanan ke
Gunung Jati.
Setibanya di gunung Jati, Walangsungsang menghadap Syekh
Nurjati yang juga bernama Syekh Datuk Kafi yang berasal dari Mekah, dan masih keturunan Nabi Muhammad dari Jenal Ngabidin.
Lalu, Walangsungsang berguru kepada Syekh Nurjati dan menjadi seorang muslim dengan mengucapkan syahadat.
Setelah ilmunya dianggap cukup, Syekh Datuk Kafi menyuruh Walangsungsang untuk mendirikan perkampungan di tepi pantai. Walangsungsang memenuhi
perintah gurunya. Ia pun berangkat
menuju Kebon Pesisir, berikut istri dan
adiknya, yang di “masukkan” ke dalam cincin Ampal. 
Perkampungan baru yang akan dibukanya kelak dikenal dengan
nama Kebon Pesisir, sedangkan
pesantrennya diberi nama Panjunan.
Dalam pada itu, Syekh Datuk Kafi
memberi gelar kepada Walngsungsang dengan sebutan Ki Cakrabumi.
Selanjutnya,Cakrabumi membuka hutan dengan Golok Cabang. Dengan kesaktian Golok Cabang, hutan lebat telah dibabat dalam waktu singkat. Ketika goloknya bekerja
membabat hutan, pohon-pohonan roboh dengan mudah, lalu golok mengeluarkan api dan membakar kayu-kayu hutan sehingga dalam waktu singkat pekerjaan
sudah selesai; sementara
Walangsungsang tidur mendengkur.
Hutan yang dirambah cukup luas
sehingga pendatang-pendatang baru
tidak perlu bersusah payah membuka
hutan. Dalam waktu singkat, pedukuhan baru itu sudah banyak penduduknya,dan mereka menamakan Cakrabuwana dengan sebutan Kuwu Sangkan.
Kuwu Sangkan sendiri tidak bertani
karena pekerjaannya hanyalah menjala ikan dan membuat terasi. Jemuran terasi yang dibuatnya membentang ke selatan hingga Gunung Cangak di tanah Girang. Suatu ketika, ia pulang ke rumahnya yang terletak di Kanoman,
ternyata gurunya, Syekh Datuk Kahfi
telah berada disana.
Ketika Syekh Datuk Kahfi menemui Walangsungsang di Kebon Pesisir,ia menganjurkan supaya Walangsungsang dan adiknya
menunaikan ibadah haji ke Mekah.
di mekkah kemudian mereka berkenalan dengan patih dari mesir yg sedang mencari permaisuri untuk rajanya,dari perkenalan itu akhirnya raja mesir menikah dengan nyi Rara santang dengan maskawin sorban nabi muhammad saw,Rara santang tinggal di Mesir bersama Suaminya & kian santang Pulang kembali ke pulau Jawa,ketika Rarasantang sedang Hamil tersiarlah kabar Bahwa Raja Mesir Wafat saat berkunjung ke negri Rum di kerajaan saudaranya, Kesedihan Rarasantang yang sedang hamil tua itu tak terbayangkan lagi mendengar kematian suaminya,apalagi masa kehamilannya telah mencapai usia 12 bulan.
Rara santang di karuniahi anak kembar yaitu syarif hidayatulloh & syarif Arifin.
Ketika Mereka berdua dewasa,tahta kerajaan mesir di turunkan ke pada syarif hidayatullah tapi Beliau Menolaknya dan Memberikanya pada Adik kembarnya syarif Arifin,syarif hidayatullah lebih Memilih Berdakwah ke pulau Jawa di tanah Leluhurnya,Setelah sampai Di muara Jati Beliau Bertemu dengan Walangsungsang,uwaknya yg telah berganti Nama pangeran Cakrabuana,kemudian di Nikahkanlah Syarif Hidayatullah dengan putri Uwaknya yg bernama Nyi mas Pakung Wati.
Kemudian Syarif Hidayatullah di Angkat menjadi Waliyulloh dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif
Abdullah dan bergelar pula sebagai
Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah.
Pada tahun 1479 M, kedudukan Pangeran Cakrabuana sebagai Raja di keraton Pakung wati kemudian digantikan Sunan Gunung Jati,Beliau Lalu Mendirikan Kesultanan Cirebon Sebagai Pusat Penyebaraan Agama islam di tataran Sunda,Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulai oleh Syarif Hidayatullah dengan membentuk Dewan Dakwah Sembilan Wali atau Wali Songo sebagai tokoh Ulama penyebar Agama islam di Jawa.
Dan kemudian Syarif Hidayatullah diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka , Kuningan , Kawali (Ciamis),Sunda Kelapa , dan Banten.

Di Kisahkan,setelah kerajaan2 kecil Bawahan pakuan Pajajaran berhasil di taklukan oleh kesultanan Demak & cirebon,dan rakyat pajajaran hampir seluruhnya masuk islam & para pejabat tinggi pajajaran kebanyakan lari kedaerah banten yaitu daerah badui kabupaten rangkas dan ada yang kegarut serta kecirebon. 
Rakyat & pembesar kerajaan pajajaran yg tidak mau masuk islam & masih Setia mengikuti ajaran terdahulunya yg Masih Bertahan di kerajaan Padjajaran,keadaan itu Membuat Prabu Siliwangi bersedih hati,ketenangan,kedamaian dan ketentraman batinnya yang slalu
bergejolak tentang iman,karna
prabu siliwangi bersih keras mengikuti
ajaran terdahulunya dan prabu silihwangi tidak mau mengikuti ajaran istrinya meski secara hakiki prabusiliwangi telah masuk islam melalui istri nya yang kedua yaitu nyi subang larang anak ki gedeng tapa. diantara istri dan putra putrinya prabu silihwangi merasa berdosa tidak meneruskan ajaran islam yang
pernah diikrarkannya pada sumpah
perkawinannya dengan nyi subang
larang dengan maskawin berupa tasbih dipondok pesantren syeh Quro
dikarawang .
Prabusiliwangi merasa malu dengan istri dan putra putrinya serta cucunya yang menjadi waliulloh sunan gunung jati, anak dari Rara santang apa lagi pada waktu itu prabu silihwangi terkalahkan pasukan islam dan rakyat pajajaran hampir seluruhnya masuk islam.
Pada Suatu Hari Berkat kesaktiannya, Prabu Siliwangi mengetahui kedatangan cucunya,,Sunan gunung Jati. yg bermaksud ingin Mengajaknya kembali Memeluk islam.
Dalam hatinya, ia merasa malu kalau sampai tunduk kepada cucunya.
Dengan kesaktian pusakanya, sebilah
Ecis, ia berjalan ke tengah alun-alun pajajaran dan membaca mantra aji sikir, lalu pusaka Ecis ditancapkan ke tanah. Seketika itu,negara dan rakyat Pajajaran lenyap dan Sirna ke Alam ghaib,Pusaka Ecis Itupun berubah pula menjadi rumput ligundi hitam.
Syarif Hidayatullah atau sunan gunung jati yang datang kaget karena kerajaan pajajaran beserta Rakyatnya telah hilang berpindah ke Alam Ghaib dan berubah menjadi hutan belantara,
Sebelum pergi beliau berucap"Rakyat pajajaran yg bersembunyi di hutan seperti Harimau"
Seketika itu pula Perkataan Waliullah di kabulkan oleh Allah swt.
Rakyat pajajaran selamanya akan menjadi Harimau sampai Rumput ligundi itu di Cabut.
Kegagalan Sunan gunung Jati dalam Mengislamkan kakeknya,Prabu silihwangi.Membuat Pangeran Walangsungsang Harus Turun tangan Mengislamkan Ayahandanya,Prabu silihwangi.
dengan ilmu Saepi Angin Hanya dalam Sekejap Beliau Melesat ke Pajajaran yg telah Berubah Menjadi Hutan Belantara.
Berkat Kesaktian Ajian Trawangan walangsungsang Berhasil Menemukan Ayahandanya,Prabu Silihwangi yg Menggunakan Ajian Halimun.Namun usaha kian santang pun sia-sia untuk merubah pendirian Ayahandanya,sang prabu tetap bersikukuh tidak mau memeluk islam.Akhirnya sang prabu beserta pengikutnya merubah wujud mereka menjadi Harimau Sebagai bukti bulatnya tekad sang prabu untuk tetap mengikuti Ajaran Leluhurnya.
prabu siliwangi pun memilih Menghilang atau ngahyang di kawasan Hutan Sancang ,saat terdesak oleh kejaran putra Sulungnya pangeran walangsungsang yg Bersikeras Mengajak Ayahandanya Untuk Masuk islam.
Kerajaan Pajajaran & prabu silihwangi Menghilang bukan berdasarkan perang melawan anak dan cucunya melainkan hanya semata-mata tidak ingin membanjiri darah dengan anak cucunya apa lagi prabu siliwangi adalah ayah yang bijaksana dan Raja yg penuh wibawa pada rakyatnya.

Sekian,apabila ada kesalahan saya mohon maaf,apabila terkandung kebaikan semata-mata karna Allah swt & smga bermanfaat untuk kita semua..
Hikayat ini di tulis Berdasarkan :
-kitab suwasit
-Babad tanah karawang
-Naskah Martasinga

Pak Ketu


Dua Tahun Bikin e-KTP di Bogor

 
Bogor - Sekitar 600.000 warga Kabupaten Boggor hingga kini belum memiliki KTP elektronik (e-KTP). Mereka mempertanyakan lamanya pencetakan e-KTP, padahal sudah melakukan perekaman data sejak 2013 lalu. Dampaknya mereka kesulitan mengurus pendaftaran Badan Penyelengaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.


Sejumlah warga mempertanyakan kebijakan pemerintah yang kerap bikin bingung. Di satu sisi mereka diminta menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan syaratnya wajib menyertakan KTP baru. Di sisi lain pembuatan e-KTP hingga kini tak kunjung selesai. “Kebijakan pemerintah itu bikin pusing!” ucap Darman, warga Desa Pabuaran Kecamatan Bojong Gede, Senin.

Menurutnya, sudah dua tahun lebih sejak Juni 2013 lalu mereka melakukan perekaman data di kantor kecamatan, tapi sampai sekarang tak ada kejelasan. “Sekarang kita bingung, apalagi saat mau mengurus BPJS, sebab diminta KTP baru,” keluhnya.

Keluhan serupa dilontarkan Kaur Pemerintahan Desa Pabuaran, Ramdani yang mengakui di desanya ditarget untuk pembuatan e-KTP sebanyak 26.762 orang. “Dari jumlah warga yang melakukan perekaman, hanya 9.500 yang sudah selesai e-KTP, sedangkan sisanya 17.262 orang hingga kini belum juga selesai,” ungkapnya.

Tidak adanya kejelasan ini, membuat warga kesal dan bingung. “Apalagi untuk mengurus BPJS Kesehatan dan urusan administrasi lainnya, mereka kesulitan karena memerlukan KTP baru,” katanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Ojte Subagja mengatakan, sejak pencetakan e-KTP dari pusat dilimpahkan ke Kabupaten Bogor pada Januari 2014 lalu, baru membuat sekitar 1.300 e-KTP. “Sampai pertengahan Maret lalu warga yang sudah melakukan perekaman data e-KTP sekitar 600 ribu orang, tapi e-KTP belum juga selesai,” katanya.

Pihaknya mengakui, keteteran untuk mencetak sekitar 600 ribu e-KTP lantaran hanya enam pegawai yang memproses kartu identitas tersebut. Jika saat salah seorang pegawai sakit, maka pihaknya mengganti dengan pegawai lain untuk melayani pencetakan identitas diri tersebut.

Sedangkan mesin pencetak hanya ada tiga unit, tapi yan berfungsi hanya dua unit. “Parahnya lagi dua mesin itu sering gagal mencetak, mulai dari printer ngadat hingga e-KTP terbakar, sebab itu kita minta kesabaran warga,” ujarnya. (iwan/d)

Sejarah Kujang

Kujang adalah senjata unik dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, terbuat dari besi, baja dan prestise material, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan berat sekitar 300 gram



Kujang dikenal sebagai obyek tradisional Jawa Barat (Sunda) yang memiliki nilai sakral dan memiliki kekuatan magis. Beberapa peneliti [siapa?] Serikat bahwa istilah "kujang" berasal dari kata kudihyang (kudi dan Hyang Kujang (juga). Berasal dari kata Ujang, yang berarti manusia atau manusa. Manusia kuat sebagai Prabu Siliwangi.

Kudi diambil dari bahasa Sunda yang berarti senjata kuno yang memiliki kekuatan magis yang kuat, sebagai jimat, sebagai penolak bala, seperti untuk mengusir musuh atau menghindari bahaya / penyakit [rujukan?]. Senjata ini juga disimpan sebagai pusaka, yang digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya dengan menempatkan mereka dalam sebuah peti atau tempat tertentu di rumah atau dengan meletakkan di tempat tidur (Hazeu, 1904: 405-406). Sementara itu, Hyang bisa disamakan dengan gagasan seorang dewa dalam mitologi, tetapi untuk Hyang masyarakat Sunda memiliki arti dan posisi di Dewa, ini tercermin dalam doktrin "Dasa Prebakti" yang tercermin dalam teks Penyiksaan Trance Kanda Karesian Ng disebutkan "Dewa ditahbiskan pada hyang".

Secara umum kujang mempunyai pengertian sebagai pusaka yang memiliki daya tertentu yang berasal dari dewa (= Hyang), dan sebagai senjata, lama hingga saat ini Kujang menempati posisi yang sangat istimewa dalam masyarakat Jawa Barat (Sunda). Sebagai lambang atau simbol dengan niali-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, Kujang dipakai sebagai salah satu lambang estetika serta beberapa organisasi pemerintah. Selain itu, Kujang juga digunakan sebagai nama berbagai organisasi, kesatuan dan tentunya juga digunakan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.

Kujang di masa lalu tidak dapat dipisahkan dari masyarakat karena fungsinya sebagai peralatan pertanian Sunda. Laporan yang terkandung dalam naskah Penyiksaan Trance Kanda Ng Karesian (1518 M) dan tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah seperti di bidang perancah, Kudat. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan pertanian, kita masih bisa melihat sampai hari ini di Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi.

Dengan kemajuan pembangunan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomi Sunda, pertumbuhan juga berpengalaman dan pergeseran bentuk, fungsi dan makna. Dari peralatan pertanian, kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang berharga simbolik dan sakral. Kujang adalah bentuk baru seperti yang kita kenal sekarang lahir diperkirakan antara abad ke-9 sampai abad ke-12.

Tentang Lurah Semar Badranaya


Semar atau. kyai Badranaya adalah putra Sanghyang Tunggal dan dewi Wiranti. Ia mempunyai dua saudara yaitu Sanghyang Antaga (Togog) dan Sanghyang Manikmaya (Batara Guru). 3 bersaudara itu berasal dari telur yang bercahaya. Ketika dipuja oleh Sanghyang Tunggal telur itu pecah kulitnya menjadi Togog, putihnya menjadi Semar dan kuningnya menjadi Batara Guru. Pada waktu di kahyangan Semar bernama Sanghyang Ismaya dan mempunyai istri Kanastri. Berputra sepuluh orang. 
Sebutan lain Semar Saronsari, Ki lurah Badranaya, Nayantaka, Puntaprasanta, Bojagati, Wong Boga Sampir, Ismaya.


Semar berwatak : sabar, jujur, ramah, suka humor. Setelah turun dari kahyangan ia menjadi abdi (panakawan) yang selalu memberi bimbingan bagi para kesatria. Pada waktu di kahyangan ia seorang yang tampan tapi setelah menjadi semar, dan turun ke arcapada (dunia) badannya menjadi gendut, pendek, dan berwajah lucu karena matanya selalu berair.

Diceritakan pada waktu Antaga, Ismaya, dan Manikmaya mengikuti sayembara menelan gunung."Barang siapa yang mampu menelan gunung kemudian mengeluarkan lewat duburnya maka akan mampu menjadi raja di tiga dunia (jagad luhur, madya, andhap). Antaga mencoba, tetapi tidak bisa malah mulutnya sobek dan matanya melotot. Sedangkan Ismaya dapat menelan gunung tapi tidak bisa mengeluarkannya sehingga perutnya buncit, menjadi besar dan matanya berair ( karena menahan sakit ). Sanghyang Manikmaya berhasil menelan gunung, ia diangkat menjadi raja di Kaendran atau Suralaya, juga menguasai jagad madya dan jagad andhap. Kemudian Ismaya ditugaskan oleh Sanghyan Wenang untuk turun ke bumi menjadi abdi para kestaria keturunan Witaradya termasuk leluhur pandawa.

Semar bertempat tinggal di Karang Kedempel, dengan nama semar Badranaya, dan mengangkat anak tiga orang yaitu : Gareng, Petruk dan Bagong. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong disebut Punakawan, yang mempunyai arti teman yang setia. Punakawan selalu ikut kesatria yang membela kebenaran, dan selalu menjadi penghibur apabila junjungannya sedang sedih. Semar juga dapat menjadi sarana ketentraman dan kemuliaan bagi negara yang ditempatinya. Pandawa telah menganggap Semar seperti penasihatnya. Pandawa tahu bahwa Semar adalah dewa yang turun ke bumi untuk keselamatan dan keadilan. Selain itu punya watak arif bijaksana, tidak suka marah, suka bercanda.

Panakawan pana artinya tahu kawan artinya teman. Panakawan artinya : tahu apa yang harus dilakukan ketika mendampingi tuannya (majikannya) dalam keadaan suka dan duka, penuh cobaan dan godaan untuk menuju arah kemuliaan.

Sebagai Finalis SMAN 1 Tajurhalang Unjuk Gigi di LTUB

Tajurhalang - Sembilan SMA yang menjadi finalis diajang Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) tingkat Kabupaten Bogor 2015, yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (DISPORA) bersama Dinas Pendidikan (DISDIK) dan TNI AU, kesembilan sekolah tersebut yaitu SMAN 1 Cariu, SMAN 1 Gunung Putri, SMAN 1 Ciseeng, SMAN 1 Ciampea, SMAN 1 Tajurhalang, SMK Bina Taruna Parung Panjang, SMK Triple "J" Citeurep, SMAN 1 Cigudeg serta SMAN 3 Cibinong.



Ke 9 finalis tersebut berlomba dan bersaing untuk menjadi yang terbaik dieven bergengsi ini, salah satunya SMAN 1 Tajurhalang dalam ajangnya dibabak 9 besar ini para siswanya unjuk gigi dihadapan para dewan juri yang ternyata mendapatkan sambutan serta pnilaian yang cukup baik dari ketiga dewan juri, bahkan para siswa engan penuh optimisme yang tinggi ntuk bisa mencapai ketiga besar, hingga bisa mempersembahkan prestasi diajang ini untuk sekolah.

SMAN 1 Tajurhalang di LTUB 2015 kali ini yang bertindak sebagai pembina upacara yaitu Sihabuddin S.pd, pimpinan upacara Riszki Oto gono siswa kelas XI IPA 3, protocol oleh Souma Sholehah serta petugas pengibar bendera dibawakan oleh Indri dan rani siswa kelas XI serta Leska siswi kelas X, selain kesigapan seluruh siswa dalam mengikuti LTUB juga diperlihatkan kesigapan para anggota PMR dan Pramuka yang berada digarda barisan belakang, para anggota PMR dan Pramuka ini bertugas untuk mengantisifasi bila ada peserta upacara yang jatuh pingsan dan dibawa keruang UKS untuk diberikan pertolongan pertama yang beranggotakan 16 orang.

"Kami selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, akan tetapi LTUB ini butuh proses penilaian yang panjang mulai dari babak penyisisihan hingga menjadi finalis yang dilakukan oleh dewan juri, ini sudah membanggakan buat sekolah , karena berkat kerja sama antar tim yang ada di sekolah, namun yang terpenting bagi kami adalah penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi siswa, dentgan memiliki PHBS ini maka seluruh siswa akan dapat meningkatkan kedisiplinan, keimanan, kbersihan serta cinta lingkungan yang selalu sehat, oleh karena itu sekolah senantiasa melakukan penghijauan serta penataan taman sekolah " papar Dra.Hj. Elli Supartini M.Si Kepsek SMAN 1 Tajurhalang, Kamis (12/3).

Selanjutnya dikatakan kepsek dengan PHBS tersebut insya Allah akan dapat mencegah siswa dari kenakalan remaja, tawuran, maupun dari bahaya Narkoba, karena dijiwa mereka sudah tertanam keimanan yang kuat serta kedisiplinan yang tinggi dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan peraturan maupun tata tertib sekolah hingga mereka terbiasa di kehidupan sehari-hari baik dirumah maupun dilingkungan mereka tinggal, tambah Kepsek.

Diajang LTUB 2015 dibabak finalis menghadirkan tiga orang dewan juri yang berasal dari tiga intitusi yaitu Wahyudi caniago SH dari DISPORA, Dra. Dwiyanti dari DISDIK serta Mayor sumarno dari TNI AU, " untuk SMAN 1 Tajurhalang ini ccukup baik dan bagus , dimana ada 17 indikator penilaian serta beberapa aitem dari yang terkecil hingga yang terbesar semua dinilai, yang pada intinya yaitu pada saat pengibaran bendera, semntara untuk hasilnya nanti akan diumumkan ketika hari HARDIKNAS di pemda, dan finalis LTUB ini diselenggarakan selama tiga hari (Kamis, Jum'at dan Sabtu). Dikesempatan tersebut DISPORA Kabupaten Bogor memberikan Piagam penghargaan kepada Dra.Hj.Elli Sumartini M.Si Kepala sekolah SMAN 1 Tajurhalang yang telah muncul sebagai finalis LTUB di 2015, selain itu IBU Elli juga dikenal sebagai sosok pemimpin perempuan yang tangguh serta kuat disetiap kepemimpinannya, sehingga tak heran kalau intansi yang dipimpinnya tersebut selalu menoreh prestasi, sehingga pantas mndapatkan penghargaan dari DISPORA.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Dituntut 18 Bulan Penjara

BANDUNG - Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Toto Suharto, dituntut hukuman 18 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bale Bandung pada persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (11/3/2015) malam.


JPU menilai terdakwa Toto terbukti bersalah menyalahgunakan dana proyek pembangunan taman, lapangan upacara, dan fasilitas parkir di 31 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung senilai Rp
Rp 649,6 juta.

"Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan," kata JPU Hardiansyah SH.

Menurut JPU, Toto telah melanggar Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

JPU mengatakan, hal yang memberatkan terdakwa sebagai penyelenggara negara tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 649,6 juta, belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

Atas tuntutan itu, Toto melalui kuasa hukumnya mengajukan pledoi atau nota pembelaan yang akan disampaikan pada persidangan selanjutnya, Rabu (18/3) pekan depan.

Kasus ini berawal saat Toto masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bandung. Toto diduga telah membantu pencairan APBD 2013 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung untuk kegiatan proyek fasilitas pemagaran, parkir, dan lapangan upacara di 31 SD.

Namun kenyataannya pekerjaan itu tidak sesuai dengan kontrak tapi dilaporkan telah selesai 100 persen. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 649,6 juta. (san)

Tabrakan Beruntun di Puncak

Bogor - Ternyata tabrakan beruntun di KM 81 Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Jalan Raya Puncak Bogor Rabu (11/3) malam melibatkan 1 truk tronton, 4 mobil dan 7 motor. Data sementara, dua tewas dan empat luka.Penyebab tabrakan diduga kuat akibat truk tronton yang membawa besi lepas kendali di jalan menurun setelah remnya blong.




Truk itu menabrak mobil pick up yang membawa barang bekas di depannya, lalu menyenggol, sedan Mitsubishi, Toyota Avanza, Mitsubishi SS lalu menerabas tujuh motor yang ada di depan warnet. Truk baru berhenti setelah menabrak ruko.


Akibat adanya percikan api, sempat terjadi kebakaran.Namun segera dapat dipadamkan.

Selain menyebabkan dua orang tewas dan beberapa luka parah, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kemacetan panjang karena jalur ditutup untuk proses evakuasi. Kemacetan lebih dari 5 Km di kedua arah.

Polisi tampak kesulitan mengevakuasi mobil yang tabrakan, terutama tronton yang juga menabrak ruko setelah menerabas empat mobil dan motor.

Data sementara yang meninggal dunia yakni, Endang 42, warga Citeko Puncak Bogor dan Fany 36, penumpang Toyota Avanza warna putih bernopol B 1652 BzU.

Sementara korban luka berat Uam Saefullah, warga Cianjur,Yayan Sabur, warga Cianjur penumpang mobil pick up yang membawa barang bekas dari Cipanas menuju Bogor. Pick up saat tabrakan berada di depan tronton bermuatan blok besi.

Korban luka berat lainnya Wili 36, Febi 29 dan Cay Susan, teman Fani yang diketahui meninggal di lokasi, lalu Dedi Supariatna pengendara motor kemudian Ahmad Subandi 19, teman Yayan

Kondisi kendaraan Mitsubishi lancar bernopol B 1331 EA, dan Mitsubishi SS dengan nopol F 8867 WQ serta Avanza dengan nopol B 1652 BzU ringsek.

Sedangkan bagian depan tronton terbakar saat menghantam rumah toko (Ruko) yang berada di sisi jalan. Semua korban baik meninggal dunia maupun luka berat dilarikan ke RS Paru Cisarua.(Laskar Wayang)

5 Hal Soal Wina, Si Penjual Rumah Siap Nikah



Baru-baru ini, seorang perempuan asal Yogyakarta, membuat dunia maya heboh. Perempuan bernama Wina Lia itu jadi sorotan media tanah air lantaran iklan jual rumah miliknya yang tergolong unik."Penawaran langka abad ini !!! Beli rumahnya bisa mengajak pemiliknya menikah," demikian bunyi iklan yang dimuat di salah satu situs jual beli rumah online itu.


Wina, (40), mengakui bahwa iklan yang dibuat oleh seorang agen properti kenalannya itu memang benar adanya dan tidak bermaksud untuk mendulang sensasi. Selain ingin agar rumahnya yang terletak di kawasan Randu Gunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta itu cepat laku, kebetulan Wina juga sedang mencari pendamping hidup.

Ada beberapa hal yang mungkin belum Anda ketahui soal Wina. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.

1. Wina adalah orang tua tunggal (single parent)

Wina Lia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang single parent. Ia punya dua orang anak, satu berusia 21 tahun, sementara seorang lainnya berusia 14 tahun. Tinggal hanya berdua bersama salah satu anaknya, Wina serius sedang mencari seorang lelaki yang bisa menjadi pendamping hidup sekaligus ayah yang baik bagi kedua anaknya.

2. Wina menjalankan usaha wiraswasta

Wina adalah seorang perempuan mandiri yang mengaku berprofesi sebagai wirausahawati. Namun, ketika ditanya, Wina enggan mengungkap apa bidang usaha yang sedang ia geluti.

3. Wina fasih berbahasa Jawa halus

Saat diwawancarai, Wina mengaku asli orang Yogyakarta. Wina sempat berbincang-bincang dengan suara.com dengan Bahasa Jawa halus dialek Yogyakarta.

4. Wina mengaku baru mengenal Dian, agen pengiklan rumahnya

Wina menegaskan, bukan dirinya yang membuat dan mengunggah iklan tersebut ke situs jual beli rumah, melainkan seorang agen properti yang baru dikenalnya.

"Pemberitaan itu sebenarnya benar cuma yang mengekspos iklan itu memang bukan saya. Itu mas Dian, yang baru saya kenal lewat Facebook," papar Wina.

Menurut Wina, Dian adalah agen properti yang membantu memasarkan rumahnya lewat dunia maya.

"Dia itu agen properti independen, dia tanya apakah ada rumah atau tanah yang mau dijual. Kemudian, dia datang sendiri ke rumah untuk membahas rencana mengiklankan rumah saya," jelas Wina.

5. Wina 'gerah' dengan istilah "beli rumah bonus istri"

Perempuan berparas manis itu mengaku tidak senang dengan istilah "beli rumah dapat bonus nikahi pemiliknya" yang banyak beredar.

"Niat saya baik ingin jual rumah, ada susahnya ada senangnya. Susahnya banyak komen negatif," kata Wina.

Pangkostrad Ingatkan Ibu-ibu Harus Lebih Bijak Atur Ekonomi


Jakarta - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ( Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Mulyono, selaku Pembina Persit Kartika Chandra Kirana PG Kostrad, menyampaikan sambutan pada Acara Rapat Kerja Persit KCK PG Kostrad TA. 2015, di Ruang Mandala Makostrad. Jakarta Pusat, Rabu (11/3).


Pangkostrad mengucapkan terima kasih kepada seluruh ibu-ibu peserta Rapat Kerja Persit KCK PG Kostrad TA. 2015 di Makostrad. Semoga kehadiran ibu-ibu dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama Persit serta membawa kemajuan yang lebih baik bagi Persit KCK PG Kostrad di masa yang akan datang.

Kegiatan rapat kerja Persit KCK PG Kostrad ini, menurut Pangkostrad, adalah tindak lanjut dari Mupus yang baru saja dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Tujuannya adalah untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan pimpinan organisasi Persit, menyampaikan perubahan di dalam kepersitan serta menyampaikan rencana kerja dan anggaran Persit TA. 2015. Sehingga diperoleh kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan tugas Persit ke depan.

Pada kesempatan itu Pangkostrad selaku pembina Persit KCK Gabungan Kostrad, menyampaikan beberapa arahan kepada pengurus dan anggota Persit sesuai dengan tema “Dengan Semangat Kebersamaan Persit KCK, Meningkatkan Mutu Pendidikan, Kesejahteraan dan Kepedulian bagi Keluarga Besar TNI AD”. Berkaitan dengan tema tersebut, ibu-ibu berperan sebagai seorang istri dan orang tua bagi anak-anaknya.

Diharapkan sebagai seorang istri yang baik harus mampu memberikan dorongan moril, semangat dan motivasi tugas kepada suaminya. Disamping itu untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya, agar selalu mendidik, mengontrol dan berkomunikasi dengan anak-anak, serta bekali mereka dengan pengetahuan agama dan keimanan sebagai landasan yang kokoh bagi dirinya dalam menggapai cita-cita.

Khususnya dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesatnya. Di era globalisasi perkembangan teknologi tidak mungkin dihindari karena hal tersebut merupakan tuntutan nilai untuk mengembangkan diri, dan wawasan namun ada sisi lain yang berimplikasi negatif terhadap perkembangan cara berfikir dan bersikap terhadap anak-anak kita manakala salah dalam menyikapinya. Untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah membentengi putra-putri / anak-anak kita dengan pendidikan agama.


Pada kesempatan itu, Pangkostrad mengingatkan kepada ibu-ibu harus lebih bijak mengatur ekonomi dengan menetapkan skala prioritas kebutuhan mana yang kira-kira sangat urgen dan mendesak untuk digunakan. Hindari sikap konsumtif dan pengeluaran yang sia-sia serta selalu berupaya menerapkan gaya hidup sederhana dalam rangka memperbaiki kualitas hidup.

Pangkostrad juga mengharapkan dalam organisasi kepersitan, ibu-ibu untuk berperan aktif sesuai dengan fungsi dan jabatan masing-masing. Wujudkan rasa kebersamaan dengan cara meningkatkan kepedulian sesama Persit, jadikan organisasi Persit ini sebagai wahana untuk memudahkan dan mencari solusi atas permasalahan yang ada baik pada individu maupun organisasi. Dengan demikian akan selalu dapat memberikan motivasi dan semangat kepada sesama Persit agar mampu berkarya dan bekerjasama
menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Jenderal bintang tiga ini mengimbau kepada seluruh anggota Persit KCK Gabungan Kostrad, agar tanggap terhadap perubahan-perubahan, harus tetap konsisten dan berpedoman pada tujuan organisasi Persit KCK. Jangan mudah terpancing isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat saat ini. Upayakan untuk lebih bijak dan arif dalam menyikapi perkembangan situasi yang ada. Dengan demikian, Persit akan memiliki visi dan misi yang sama dalam mewujudkan keserasian dan keharmonisan kehidupan, baik di lingkungan keluarga, organisasi maupun di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Ny. Sita Mulyono, menyatakan bahwa peserta Raker yang dilaksanakan ini diikuti oleh utusan dari seluruh jajaran Persit KCK PG Kostrad dan Rapat Kerja ini dilaksanakan 1 hari. Selanjutnya Ketua Persit menyampaikan bahwa Raker ini ini dipandang perlu sebagai forum untuk merealisasikan penajaman Visi dan Misi Organisasi Persit KCK, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan yang terus berubah secara dinamis.

Lebih lanjut Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad berharap agar Raker yang dilaksanakan kali ini dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai dan dapat memperkokoh keberadaan organisasi Persit KCK demi menunjang tugas TNI AD dalam mengawal Kedaulatan dan keselamatan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad selaku pribadi dan mewakili segenap peserta Raker mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pangkostrad selaku Pembina Persit KCK PG Kostrad beserta staf karena ditengah-tengah kesibukan masih menyempatkan diri untuk menghadiri acara pembukaan Raker Persit KCK PG Kostrad Tahun 2015.

Hadir pada acara tersebut, Kaskostrad, Ir Kostrad, Koorsahli Pangkostrad, Staf Ahli Pangkostrad, Asren Kostrad, para Asisten Kaskostrad, Kabalak Kostrad, LO AL dan LO AU, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 1 dan 2 Kostrad beserta pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana sejajaran PG Kostrad.(pen-kostrad/sir)

Revalina Akan Nikahi Brondong

Jakarta - Tak banyak yang tahu tentang sosok calon suami Revalina S Temat, Rendy Aditya Gunawan. Akhir 30 Desember 2014 lalu, wajahnya dikenal publik setelah muncul di akun Instagram pribadi milik Reva. Saat itu, Rendy baru saja melamar bintang sinetron Bawang Merah Bawang Putih tersebut.



Kini, kurang dari sepekan lagi pria berkacamata itu akan menikahi Reva di Bali. Ketika disinggung mengenai sosok Rendy, Reva berujar sambil malu-malu. "Justru itu jangan ada yang tahu (tentang Rendy). Saya kan malu orangnya, hehehe," ujar Revalina S Temat di kediamannya, Rempoa, Tangerang Selatan, Minggu (8/3/2015).

Setelah didesak, Reva pun menceritakan awal mula berkenalan dengan pria yang tiga tahun lebih muda darinya. Ternyata, Rendy merupakan teman dari adik Reva."Nah, tuh sudah pada tahu (teman adik). Dua tahun yang lalu perkenalannya, kemudian dijalani, merasa cocok. Kita sih jalanin saja. Saya lebih tua tiga tahun," ucap artis 29 tahun tersebut.
Meski akan menikahi pria yang lebih muda, namun Revalina S Temat sudah merasa yakin. Apalagi banyak sifat Rendy yang dikagumi oleh Reva. "Insya Allah siap. Sudah lama cukup mengenal. Menurut keluarga saya oke dan baik, berarti untuk saya apalagi. Banyak lah yang saya sukai dari dia," tandas Revalina S Temat. (Ras/Cho)

Kades Jampang Minta Pengelolaan Setu Di Maksimalkan

Kemang - Keberadaan sebuah setu/danau sejatinya adalah sebuah aset sumber daya alam yang bisa dimaksimalkan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. Potensi pengembangan bidang pariwisata dan peternakan sangat besar untuk dibuat dikawasan setu.Sayangnya, pengelolaan terhadap aset setu/danau dengan berbagai potensinya tersebut ternyata masih sangat kurang. Demikian diungkapkan Wawan Hermawan, Kepala Desa Jampang Kecamatan Kemang saat ditemui potretbogor di kantornya."Sebenarnya potensi setu itu sangat besar jika dikelola dengan maksimal." ujarnya.



Wawan menjelaskan,diwilayahnya ada dua setu yang sampai saat ini belum maksimal dikelola oleh instansi terkait. "kami punya dua setu yaitu setu Cilala dan setu Lengkongbarang. Desa Janpang sendiri punya program desa wisata. belum lagi adanya program minapolitan diwilayah kecamatan Kemang. artinya aset setu tersebut sangat berarti jika bisa dikembangkan secara baik dan benar." paparnya. Lebih jauh wawan menerangkan, pihaknya tidak punya wewenang penuh atas pengelolaan aset tersebut. "kita inisangat terbatas kewenangan dan kemampuannya. Saya berharap pihak terkait seperti PSDA atau Dinas Peternakan dan Perikanan bisa membantu." harapnya.

Kepala Desa Jampang juga berharap,dengan adanya pengelolaan aset setu/danau secara baik akan berdampak pada terjaganya kelestarian alam dan lingkungan,serta mampu meningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. "kalau dikelola sama ahlinya,ekosistem terjaga.para peternak yang ada juga bisa dibimbing agar lebih baik dalam usaha perikanannya." imbuh Wawan. Ia juga menambahkan,saat ini kondisi setu Cilala dan Lengkongbarang menjadi tidak karuan karena memang kurangnya perhatian terhadap pengelolaanya. "semoga ke depan ada perhatian lebih dari instansi terkait,untuk kepentingan masyarakat banyak." Pungkasnya.(Ewo)

Beli Rumah Bonus Nikahi Pemiliknya


Sleman - Winalia sosok wanita yang mendambakan kepala rumah tangga bagi keluarganya. Lia demikian sapaan akrabnya mengaku sudah janda dua kali. Dengan suami pertama cerai. Ia kemudian pisah dengan suami kedua karena meninggal. Wanita yang genap berusia 40 tahun itu terkenal melalui media sosial atau medsos terkait iklan jual beli rumah bonus dengan nikahi pemiliknya, belum lama ini.


Walaupun mengaku kaget dengan iklan itu, Lia tak menampik sedang mencari jodoh. Selain bisa membeli rumahnya dan jika berkenan dan mau tentu bisa menikahi dirinya. Lia mengungkapkan syarat bisa menjadi suaminya selain membeli rumahnya juga mempunyai pribadi yang bertanggung jawab.

"Kriterianya ya tanggung jawab sosok yang betul tanggung jawab, bisa jadi imam bagi keluarga. Buat dunia akhirat. Muslim juga," ujar Winalia di rumahnya di Dusun Randu Gunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta , Rabu (11/3/2015).

Terkait harga rumah yang diiklankan nyaris mencapai Rp 1 miliar, ia mengaku bisa melunak jika calon pembeli memang berminat menikahinya. Sebab, ia memang sangat menginginkan pria yang cocok untuk diajak berumah tangga. Ia pun berharap agar laki-laki yang akan menikahinya adalah suami terakhirnya.

"Ya itu (Rp 1 miliar), nanti lain cerita kalau bisa Rp 1 miliar. Kalau saya ridho dilepas (status janda), maka ya saya lepas. Ya kalau punya keluarga ya nggak lah. Kan biasanya ada yang mau beli yang sudah punya keluarga kan. Ya, bujang duda nggak masalah," ucap Lia.

Lia mengaku sudah banyak yang datang untuk melihat rumahnya. Banyak juga yang menawar harga rumahnya. Namun masih di bawah angka yang dipatoknya. Wanita cantik ini pun siap jika memang ada laki-laki di luar sana yang benar-benar ingin meminang dirinya."Sudah banyak yang lihat dan nawar, tapi masih di bawah Rp 1 miliar," ucap penyanyi campur sari ini.

Di situs rumahdijual.com terpampang iklan sebuah rumah di Dusun Randu Gunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, DIY dijual dengan harga Rp 999 juta. Iklan itu di-upload oleh Dian PD pada 7 Maret 2015 pukul 15.48 WIB. Dalam iklan itu tertulis: "Beli rumah bisa ajak pemiliknya menikah" dan tampak seorang wanita cantik dengan latar rumah yang dijual.

Saat dikonfirmasi Liputan6.com, sang pemilik rumah mengaku kaget dengan iklan tersebut. Walaupun kaget, Lia tak menampik ingin mencari jodoh. Ia kenal Dian melalui media Facebook dan meminta bantuan untuk menjual rumahnya di kawasan Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Winalia pun mengaku iklan itu bukanlah untuk sensasi semata. (Ans)
 
Support : Creating Website | Kanjeng Igon | Kanjeng Igon
Copyright © 2015. LASKAR WAYANG SEJATI.COM - Hak cipta dilindungi
Template Dibuat by Kangjeng Igon Published by Kanjeng Igon
Proudly powered by Igon