Tampilkan postingan dengan label wartabogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wartabogor. Tampilkan semua postingan
00.44
Sejarah Istana Bogor
1. Konsep Awal Pembangunan
Pada masa pendudukan Belanda, kota Jakarta yang dulunya bernama Batavia ditetapkan sebagai pusat pemerintahan. Tetapi, kota Batavia bagi orang Belanda dirasakan terlalu panas, meskipun penduduknya pada waktu itu belum padat seperti sekarang ini. Sehingga diputuskan untuk mencari tempat yang lebih teduh untuk beristirahat.
Sejak awal abad ke-18 dicarilah tempat-tempat peristirahatan di luar kota yang berhawa lebih sejuk, seperti yang dilakukan oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Barron Van Imhoff yang mengadakan inspeksi ke daerah Cianjur Jawa Barat pada tanggal 10 Agustus 1744, beliau menemukan tempat yang dianggap strategis dan baik untuk tempat peristirahatan yang letaknya sekarang bernama “BOGOR”.
Sejak awal abad ke-18 dicarilah tempat-tempat peristirahatan di luar kota yang berhawa lebih sejuk, seperti yang dilakukan oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Barron Van Imhoff yang mengadakan inspeksi ke daerah Cianjur Jawa Barat pada tanggal 10 Agustus 1744, beliau menemukan tempat yang dianggap strategis dan baik untuk tempat peristirahatan yang letaknya sekarang bernama “BOGOR”.
Kemudian tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff memerintahkan untuk membangun gedung yang sekarang ini dikenal sebagai istana Bogor. Akan tetapi pada waktu itu hanya merupakan sebuah Pesanggerahan yang modelnya ditiru dari Blainheim Palace, tempat kediaman Duke of Malborough (nenek moyang Lady Diana, Putri Wales) dekat Oxford di Inggris. Bangunan itu sendiri diberi nama Buitenzorg (bebas masalah/kesulitan). Nama itu tidak saja digunakan untuk istana, tetapi juga untuk perkampungan sekitarnya.
2. Perkembangan Fisik Bangunan
Pesangggrahan ini pernah mengalami kerusakan akibat serangan pasukan Banten yang dipimpin oleh Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang. Kemudian pada masa pemerintahan Jacob Mossel, membangunnya kembali dengan mempertahankan bentuknya yang semula, sebab anggota Dewan Hindia menasehatkan agar bentuknya jangan dirubah mengingat bangunan Buitenzorg adalah replica dari istna Bleinheim.
Sejak itu beberapa Gubernur Belanda mengadakan perbaikan dan penyempurnaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada saat itu, diantaranya yang dilakukan oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Deandles (wakil kaisar Napoleon Bonaparte-Perancis) yang terkenal dengan Tuan Besar Guntur (1808-1811), menambah bangunan di bagian sayap kir dan sayap kanan gedung utama menjadi dua tingkat. Dan juga untuk penghias halamannya dipelihara tiga pasang rusa dari perbatasana India dan Nepal. Jenis rusa ini adalah Rusa tutul (axis-axis species), kini populasinya mencapai ± sekitar 800 ekor.
Ketika kekuasaan Berlanda diambil alih oleh kekuasaan Inggris, tahun 1811-1816 Leutenant Governoor General Thomas Stanford Raffles sebagai wakil dari Monarkhi Inggris Raya di Indonesia, melakukan pemugaran besar-besaran terutama pada bagian tengah bangunan istana menjadi 2 (dua) lantai dan menata ulang taman-taman sekeliling istana menjadi taman-taman model Inggris.
Tahun 1817-1826 Gubernur Jenderal Godert Alexander GP Van Der Cappelen menambahkan menara Lentera (lentera zetrum) tepat pada bangunan sentral. Sebelum tahun 1817 tanah dan tanaman yang mengelilingi sekeliling istana Bogor, berangsur-angsur menjadi kebun-kebun percobaan untuk penyelidikan tumbuh-tumbuhan tropis dari dalam dan luar negeri.
Pada tanggal 18 Mei 1817 kebun percobaan tersebut diresmikan sebagai :kebun Raya” pendirinya Prof. C.G.C. Reinwardt yang pada saat itu menjabat sebagai direktur pertanian, kerajinan, dan ilmu pengetahuan Hindia Belanda.
Pada tanggal 18 Mei 1817 kebun percobaan tersebut diresmikan sebagai :kebun Raya” pendirinya Prof. C.G.C. Reinwardt yang pada saat itu menjabat sebagai direktur pertanian, kerajinan, dan ilmu pengetahuan Hindia Belanda.
Tanggal 10 Oktober 1834 wilayah Jawa Barat bagian selatan dan barat diguncang gempa bumi. Sebagian gedung istana rusak berat, sehingga diputuskan untuk dibumiratakan. Pada tahun 1850 Gubernur Jenderal A. Jaco Duymaher Van Twist berinisiatif membangun kembali Buitenz Palzt dengan arsitektur Palladian dengan gaya bangunan abad 19.
Bangunan istana baru terwujud sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pahud De Montanger (1856-1861), Lalu pada tahun 1870 Istana Buitenzorg atau istana Bogor resmi ditetapkan sebagai kediaman resmi para Gubernur Jenderl Belanda.
Bangunan istana baru terwujud sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pahud De Montanger (1856-1861), Lalu pada tahun 1870 Istana Buitenzorg atau istana Bogor resmi ditetapkan sebagai kediaman resmi para Gubernur Jenderl Belanda.
3. Masa Pra Kemerdekaan Hinggga awal Kemerdekaan
Gubernur Jenderal yang terakhir adalah Tjarda Van Starkenbourg Stachuwer. Pada tahun 1942 Balatentara Jepang masuk Indonesia, maka kekuasaan diserahkan kepada Jenderal Imammura.
Setelah perang Dunia II berakhir, dimana Jepang merupakan pihak yang kalah, maka tentara sekutu mengambil alih kekuasaan. Lalu kira-kira 200 orang pemuda yang terbentuk dalam Barisan Keamanan Rakyat (BKR) mnduduki istana Bogor. Tetapi kemudian mereka diserbu oleh tentara Gurkha dan terpaksa meninggalkan bangunan tersebut. Baru pada tanggal 31 Desember 1949 Istana Bogor yang mempunyai luas 28,8 Hektar ini diambil alih oleh pemerintahan Republik Indonesia secara de jure melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) di Denhaag Belanda.
4. Istana Bogor sebagai tempat bersejarah
Peranan istana Bogor dalam perjalanan Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) banyak sekali, diantaranya:
Tahun 1954, tanggal 28-29 Desember berlangsung Konferensi Panca Negara sebagai persiapan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 1955
Tahun 1978-1998, Istana Bogor dipergunakan sebagai tempat penataran P4 tingkat Manggala
Tahun 1986, berlangsung Jakarta Informal Meeting (JIM) untuk membahas pertikaian antar faksi-faksi di Cambodia (Kamboja)
Tahun 1954, tanggal 28-29 Desember berlangsung Konferensi Panca Negara sebagai persiapan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 1955
Tahun 1978-1998, Istana Bogor dipergunakan sebagai tempat penataran P4 tingkat Manggala
Tahun 1986, berlangsung Jakarta Informal Meeting (JIM) untuk membahas pertikaian antar faksi-faksi di Cambodia (Kamboja)
Tahun 1994, tanggal 15 November diselenggarakan Konferensi AELM atau Lebih Populer dengan sebuatan APEC (Asia Pasifik Ekonomic Conference)
Tahun 2000 tanggal 19 November, dalam rangka hari Cinta Puspa dan satwa Nasional, didirikan yayasan Kebun Raya Indonesia yang digagas oleh wakil Presiden RI Megawati Soekarno Putri dan disponsori oleh Duta Besar dari Negara-negara sahabat Indonesia
Tahun 2001, tanggal 30 Mei dilangsungkan KTT G-15 khusunya acara Ladies Programe.
Menurut letaknya istana blogor dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yang setiap bagiannya mempunyai kegunaan yang berlainan, seperti misalnya:
Tahun 2000 tanggal 19 November, dalam rangka hari Cinta Puspa dan satwa Nasional, didirikan yayasan Kebun Raya Indonesia yang digagas oleh wakil Presiden RI Megawati Soekarno Putri dan disponsori oleh Duta Besar dari Negara-negara sahabat Indonesia
Tahun 2001, tanggal 30 Mei dilangsungkan KTT G-15 khusunya acara Ladies Programe.
Menurut letaknya istana blogor dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yang setiap bagiannya mempunyai kegunaan yang berlainan, seperti misalnya:
• Gedung Induk sayap kiri
Mempunyai luas bangunan 325 m2, biasa dipergunakan untuk tempat menginap tamu Negara yang berpangkat menteri
Mempunyai luas bangunan 325 m2, biasa dipergunakan untuk tempat menginap tamu Negara yang berpangkat menteri
• Gedung induk/ruang garuda/gedung utama
Istana gedung induk biasa dipakai sebagai tempat penyelenggaraan acara-acara kenegaraan. Seperti pertemuan-pertemuan kenegaraan, januan makan besar, pertunjukkan-pertunjukkan kesenian bila ada kunjungan tamu Negara atau peristiwa penting, disamping juga kegiatan-kegiatan penting yang bersifat Nasional
Istana gedung induk biasa dipakai sebagai tempat penyelenggaraan acara-acara kenegaraan. Seperti pertemuan-pertemuan kenegaraan, januan makan besar, pertunjukkan-pertunjukkan kesenian bila ada kunjungan tamu Negara atau peristiwa penting, disamping juga kegiatan-kegiatan penting yang bersifat Nasional
• Gedung induk sayap kanan
Bagian ketiga dari gedung Istana Bogor adalah Gedung Induk sayap kanan, biasa dipergunakan untuk menginap tamu-tamu Negara yang memangku jabatan kepala Negara atau kepala pemerintahan.
Bagian ketiga dari gedung Istana Bogor adalah Gedung Induk sayap kanan, biasa dipergunakan untuk menginap tamu-tamu Negara yang memangku jabatan kepala Negara atau kepala pemerintahan.
Label:
sejarahlawas,
wartabogor
06.43
Iwan mengungkapkan, bahwa keberadaan warem di wilayah Kecamatan Kemang selalu saja akan muncul kembali, meski sudah ada pembongkaran berkali-kali. "lokasi pembangunannya pasti di tempat atau blok yang sama. lihat saja contohnya di Blok Yuli dan Blok Empang. saat ini sudah ada puluhan bangunan warem yang bebas melakukan usaha tanpa ada rasa takut atau bersalah dari para pemiliknya.Seharusnya pemerintah segera bertindak tegas." papar Iwan. Sementara saat Harian Bogor mendatangi salah seorang pemilik warem EKM, dirinya mengatakan bahwa usahanya ini sudah mendapat ijin lingkungan. "kami membuka usaha ini juga tidak gratis.jadi jangan dari satu sisi menilainya." ketusnya.
Menanggapi banyaknya keluhan warga terhadap keberadaan warem di wilayahnya, Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono mengungkapkan, pihak pemerintah Kecamatan Kemang akan segera melakukan pendataan dan penertiban kepada semua pemilik usaha warem tersebut. "saya sudah perintahkan kepada satuan polisi (Satpol) Pamong Praja Kecamatan Kemang untuk segera melakukan penertiban. Rencananya dalam waktu dekat kegiatan penertiban itu akan kita laksanakan." terang Wahyu saat ditemui Harian Bogor di kantornya.(Laskar)
Warem Makin Marak,Pemeritah Di Minta Tegas
KEMANG - Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) atau warung remang-remang (warem) yang kian makin banyak tumbuh seperti jamur di musim hujan di wilayah Kecamatan Kemang mendapat kecaman masyarakat. Bahkan warga menuding, keberadaan THM/warem yang identik dengan aktifitas esek-esek ini, seolah dibiarkan keberadaannya tanpa ada penertiban dari pihak yang berwenang. "pasca pembongkaran akhir tahun 2014 lalu,keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) atau warem koq makin banyak. ada apa ini? kemana pemerintah yang bertugas menertibkan persoalan tersebut." ujar Iwan Sastro (38), salah seorang warga Kecamatan Kemang.
Iwan mengungkapkan, bahwa keberadaan warem di wilayah Kecamatan Kemang selalu saja akan muncul kembali, meski sudah ada pembongkaran berkali-kali. "lokasi pembangunannya pasti di tempat atau blok yang sama. lihat saja contohnya di Blok Yuli dan Blok Empang. saat ini sudah ada puluhan bangunan warem yang bebas melakukan usaha tanpa ada rasa takut atau bersalah dari para pemiliknya.Seharusnya pemerintah segera bertindak tegas." papar Iwan. Sementara saat Harian Bogor mendatangi salah seorang pemilik warem EKM, dirinya mengatakan bahwa usahanya ini sudah mendapat ijin lingkungan. "kami membuka usaha ini juga tidak gratis.jadi jangan dari satu sisi menilainya." ketusnya.
Menanggapi banyaknya keluhan warga terhadap keberadaan warem di wilayahnya, Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono mengungkapkan, pihak pemerintah Kecamatan Kemang akan segera melakukan pendataan dan penertiban kepada semua pemilik usaha warem tersebut. "saya sudah perintahkan kepada satuan polisi (Satpol) Pamong Praja Kecamatan Kemang untuk segera melakukan penertiban. Rencananya dalam waktu dekat kegiatan penertiban itu akan kita laksanakan." terang Wahyu saat ditemui Harian Bogor di kantornya.(Laskar)
Label:
berita,
wartabogor
03.54
Sejumlah warga mempertanyakan kebijakan pemerintah yang kerap bikin bingung. Di satu sisi mereka diminta menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan syaratnya wajib menyertakan KTP baru. Di sisi lain pembuatan e-KTP hingga kini tak kunjung selesai. “Kebijakan pemerintah itu bikin pusing!” ucap Darman, warga Desa Pabuaran Kecamatan Bojong Gede, Senin.
Menurutnya, sudah dua tahun lebih sejak Juni 2013 lalu mereka melakukan perekaman data di kantor kecamatan, tapi sampai sekarang tak ada kejelasan. “Sekarang kita bingung, apalagi saat mau mengurus BPJS, sebab diminta KTP baru,” keluhnya.
Keluhan serupa dilontarkan Kaur Pemerintahan Desa Pabuaran, Ramdani yang mengakui di desanya ditarget untuk pembuatan e-KTP sebanyak 26.762 orang. “Dari jumlah warga yang melakukan perekaman, hanya 9.500 yang sudah selesai e-KTP, sedangkan sisanya 17.262 orang hingga kini belum juga selesai,” ungkapnya.
Tidak adanya kejelasan ini, membuat warga kesal dan bingung. “Apalagi untuk mengurus BPJS Kesehatan dan urusan administrasi lainnya, mereka kesulitan karena memerlukan KTP baru,” katanya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Ojte Subagja mengatakan, sejak pencetakan e-KTP dari pusat dilimpahkan ke Kabupaten Bogor pada Januari 2014 lalu, baru membuat sekitar 1.300 e-KTP. “Sampai pertengahan Maret lalu warga yang sudah melakukan perekaman data e-KTP sekitar 600 ribu orang, tapi e-KTP belum juga selesai,” katanya.
Pihaknya mengakui, keteteran untuk mencetak sekitar 600 ribu e-KTP lantaran hanya enam pegawai yang memproses kartu identitas tersebut. Jika saat salah seorang pegawai sakit, maka pihaknya mengganti dengan pegawai lain untuk melayani pencetakan identitas diri tersebut.
Sedangkan mesin pencetak hanya ada tiga unit, tapi yan berfungsi hanya dua unit. “Parahnya lagi dua mesin itu sering gagal mencetak, mulai dari printer ngadat hingga e-KTP terbakar, sebab itu kita minta kesabaran warga,” ujarnya. (iwan/d)
Dua Tahun Bikin e-KTP di Bogor
Bogor - Sekitar 600.000 warga Kabupaten Boggor hingga kini belum memiliki KTP elektronik (e-KTP). Mereka mempertanyakan lamanya pencetakan e-KTP, padahal sudah melakukan perekaman data sejak 2013 lalu. Dampaknya mereka kesulitan mengurus pendaftaran Badan Penyelengaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Sejumlah warga mempertanyakan kebijakan pemerintah yang kerap bikin bingung. Di satu sisi mereka diminta menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan syaratnya wajib menyertakan KTP baru. Di sisi lain pembuatan e-KTP hingga kini tak kunjung selesai. “Kebijakan pemerintah itu bikin pusing!” ucap Darman, warga Desa Pabuaran Kecamatan Bojong Gede, Senin.
Menurutnya, sudah dua tahun lebih sejak Juni 2013 lalu mereka melakukan perekaman data di kantor kecamatan, tapi sampai sekarang tak ada kejelasan. “Sekarang kita bingung, apalagi saat mau mengurus BPJS, sebab diminta KTP baru,” keluhnya.
Keluhan serupa dilontarkan Kaur Pemerintahan Desa Pabuaran, Ramdani yang mengakui di desanya ditarget untuk pembuatan e-KTP sebanyak 26.762 orang. “Dari jumlah warga yang melakukan perekaman, hanya 9.500 yang sudah selesai e-KTP, sedangkan sisanya 17.262 orang hingga kini belum juga selesai,” ungkapnya.
Tidak adanya kejelasan ini, membuat warga kesal dan bingung. “Apalagi untuk mengurus BPJS Kesehatan dan urusan administrasi lainnya, mereka kesulitan karena memerlukan KTP baru,” katanya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Ojte Subagja mengatakan, sejak pencetakan e-KTP dari pusat dilimpahkan ke Kabupaten Bogor pada Januari 2014 lalu, baru membuat sekitar 1.300 e-KTP. “Sampai pertengahan Maret lalu warga yang sudah melakukan perekaman data e-KTP sekitar 600 ribu orang, tapi e-KTP belum juga selesai,” katanya.
Pihaknya mengakui, keteteran untuk mencetak sekitar 600 ribu e-KTP lantaran hanya enam pegawai yang memproses kartu identitas tersebut. Jika saat salah seorang pegawai sakit, maka pihaknya mengganti dengan pegawai lain untuk melayani pencetakan identitas diri tersebut.
Sedangkan mesin pencetak hanya ada tiga unit, tapi yan berfungsi hanya dua unit. “Parahnya lagi dua mesin itu sering gagal mencetak, mulai dari printer ngadat hingga e-KTP terbakar, sebab itu kita minta kesabaran warga,” ujarnya. (iwan/d)
Label:
berita,
wartabogor
00.46
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Dituntut 18 Bulan Penjara
BANDUNG - Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Toto Suharto, dituntut hukuman 18 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bale Bandung pada persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (11/3/2015) malam.
JPU menilai terdakwa Toto terbukti bersalah menyalahgunakan dana proyek pembangunan taman, lapangan upacara, dan fasilitas parkir di 31 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung senilai Rp
Rp 649,6 juta.
"Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan," kata JPU Hardiansyah SH.
Menurut JPU, Toto telah melanggar Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
JPU mengatakan, hal yang memberatkan terdakwa sebagai penyelenggara negara tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 649,6 juta, belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.
Atas tuntutan itu, Toto melalui kuasa hukumnya mengajukan pledoi atau nota pembelaan yang akan disampaikan pada persidangan selanjutnya, Rabu (18/3) pekan depan.
Kasus ini berawal saat Toto masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bandung. Toto diduga telah membantu pencairan APBD 2013 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung untuk kegiatan proyek fasilitas pemagaran, parkir, dan lapangan upacara di 31 SD.
Namun kenyataannya pekerjaan itu tidak sesuai dengan kontrak tapi dilaporkan telah selesai 100 persen. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 649,6 juta. (san)
JPU menilai terdakwa Toto terbukti bersalah menyalahgunakan dana proyek pembangunan taman, lapangan upacara, dan fasilitas parkir di 31 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung senilai Rp
Rp 649,6 juta.
"Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan," kata JPU Hardiansyah SH.
Menurut JPU, Toto telah melanggar Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
JPU mengatakan, hal yang memberatkan terdakwa sebagai penyelenggara negara tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 649,6 juta, belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.
Atas tuntutan itu, Toto melalui kuasa hukumnya mengajukan pledoi atau nota pembelaan yang akan disampaikan pada persidangan selanjutnya, Rabu (18/3) pekan depan.
Kasus ini berawal saat Toto masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bandung. Toto diduga telah membantu pencairan APBD 2013 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung untuk kegiatan proyek fasilitas pemagaran, parkir, dan lapangan upacara di 31 SD.
Namun kenyataannya pekerjaan itu tidak sesuai dengan kontrak tapi dilaporkan telah selesai 100 persen. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 649,6 juta. (san)
Label:
berita,
galery,
kegiatan,
komunitas,
laskarwayangsejati,
sejarahlawas,
tokoh,
tradisi,
wartabogor,
wisata
20.00
Tabrakan Beruntun di Puncak
Bogor - Ternyata tabrakan beruntun di KM 81 Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Jalan Raya Puncak Bogor Rabu (11/3) malam melibatkan 1 truk tronton, 4 mobil dan 7 motor. Data sementara, dua tewas dan empat luka.Penyebab tabrakan diduga kuat akibat truk tronton yang membawa besi lepas kendali di jalan menurun setelah remnya blong.
Truk itu menabrak mobil pick up yang membawa barang bekas di depannya, lalu menyenggol, sedan Mitsubishi, Toyota Avanza, Mitsubishi SS lalu menerabas tujuh motor yang ada di depan warnet. Truk baru berhenti setelah menabrak ruko.
Akibat adanya percikan api, sempat terjadi kebakaran.Namun segera dapat dipadamkan.
Selain menyebabkan dua orang tewas dan beberapa luka parah, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kemacetan panjang karena jalur ditutup untuk proses evakuasi. Kemacetan lebih dari 5 Km di kedua arah.
Polisi tampak kesulitan mengevakuasi mobil yang tabrakan, terutama tronton yang juga menabrak ruko setelah menerabas empat mobil dan motor.
Data sementara yang meninggal dunia yakni, Endang 42, warga Citeko Puncak Bogor dan Fany 36, penumpang Toyota Avanza warna putih bernopol B 1652 BzU.
Sementara korban luka berat Uam Saefullah, warga Cianjur,Yayan Sabur, warga Cianjur penumpang mobil pick up yang membawa barang bekas dari Cipanas menuju Bogor. Pick up saat tabrakan berada di depan tronton bermuatan blok besi.
Korban luka berat lainnya Wili 36, Febi 29 dan Cay Susan, teman Fani yang diketahui meninggal di lokasi, lalu Dedi Supariatna pengendara motor kemudian Ahmad Subandi 19, teman Yayan
Kondisi kendaraan Mitsubishi lancar bernopol B 1331 EA, dan Mitsubishi SS dengan nopol F 8867 WQ serta Avanza dengan nopol B 1652 BzU ringsek.
Sedangkan bagian depan tronton terbakar saat menghantam rumah toko (Ruko) yang berada di sisi jalan. Semua korban baik meninggal dunia maupun luka berat dilarikan ke RS Paru Cisarua.(Laskar Wayang)
Label:
berita,
galery,
kegiatan,
laskarwayangsejati,
wartabogor,
wisata
11.44
5 Hal Soal Wina, Si Penjual Rumah Siap Nikah
Baru-baru ini, seorang perempuan asal Yogyakarta, membuat dunia maya heboh. Perempuan bernama Wina Lia itu jadi sorotan media tanah air lantaran iklan jual rumah miliknya yang tergolong unik."Penawaran langka abad ini !!! Beli rumahnya bisa mengajak pemiliknya menikah," demikian bunyi iklan yang dimuat di salah satu situs jual beli rumah online itu.
Wina, (40), mengakui bahwa iklan yang dibuat oleh seorang agen properti kenalannya itu memang benar adanya dan tidak bermaksud untuk mendulang sensasi. Selain ingin agar rumahnya yang terletak di kawasan Randu Gunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta itu cepat laku, kebetulan Wina juga sedang mencari pendamping hidup.
Ada beberapa hal yang mungkin belum Anda ketahui soal Wina. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.
1. Wina adalah orang tua tunggal (single parent)
Wina Lia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang single parent. Ia punya dua orang anak, satu berusia 21 tahun, sementara seorang lainnya berusia 14 tahun. Tinggal hanya berdua bersama salah satu anaknya, Wina serius sedang mencari seorang lelaki yang bisa menjadi pendamping hidup sekaligus ayah yang baik bagi kedua anaknya.
2. Wina menjalankan usaha wiraswasta
Wina adalah seorang perempuan mandiri yang mengaku berprofesi sebagai wirausahawati. Namun, ketika ditanya, Wina enggan mengungkap apa bidang usaha yang sedang ia geluti.
3. Wina fasih berbahasa Jawa halus
Saat diwawancarai, Wina mengaku asli orang Yogyakarta. Wina sempat berbincang-bincang dengan suara.com dengan Bahasa Jawa halus dialek Yogyakarta.
4. Wina mengaku baru mengenal Dian, agen pengiklan rumahnya
Wina menegaskan, bukan dirinya yang membuat dan mengunggah iklan tersebut ke situs jual beli rumah, melainkan seorang agen properti yang baru dikenalnya.
"Pemberitaan itu sebenarnya benar cuma yang mengekspos iklan itu memang bukan saya. Itu mas Dian, yang baru saya kenal lewat Facebook," papar Wina.
Menurut Wina, Dian adalah agen properti yang membantu memasarkan rumahnya lewat dunia maya.
"Dia itu agen properti independen, dia tanya apakah ada rumah atau tanah yang mau dijual. Kemudian, dia datang sendiri ke rumah untuk membahas rencana mengiklankan rumah saya," jelas Wina.
5. Wina 'gerah' dengan istilah "beli rumah bonus istri"
Perempuan berparas manis itu mengaku tidak senang dengan istilah "beli rumah dapat bonus nikahi pemiliknya" yang banyak beredar.
"Niat saya baik ingin jual rumah, ada susahnya ada senangnya. Susahnya banyak komen negatif," kata Wina.
Label:
berita,
hukumdankriminal,
komunitas,
sabadesa,
sejarahlawas,
wartabogor
23.07
Jakarta - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ( Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Mulyono, selaku Pembina Persit Kartika Chandra Kirana PG Kostrad, menyampaikan sambutan pada Acara Rapat Kerja Persit KCK PG Kostrad TA. 2015, di Ruang Mandala Makostrad. Jakarta Pusat, Rabu (11/3).
Pangkostrad mengucapkan terima kasih kepada seluruh ibu-ibu peserta Rapat Kerja Persit KCK PG Kostrad TA. 2015 di Makostrad. Semoga kehadiran ibu-ibu dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama Persit serta membawa kemajuan yang lebih baik bagi Persit KCK PG Kostrad di masa yang akan datang.
Kegiatan rapat kerja Persit KCK PG Kostrad ini, menurut Pangkostrad, adalah tindak lanjut dari Mupus yang baru saja dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Tujuannya adalah untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan pimpinan organisasi Persit, menyampaikan perubahan di dalam kepersitan serta menyampaikan rencana kerja dan anggaran Persit TA. 2015. Sehingga diperoleh kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan tugas Persit ke depan.
Pada kesempatan itu Pangkostrad selaku pembina Persit KCK Gabungan Kostrad, menyampaikan beberapa arahan kepada pengurus dan anggota Persit sesuai dengan tema “Dengan Semangat Kebersamaan Persit KCK, Meningkatkan Mutu Pendidikan, Kesejahteraan dan Kepedulian bagi Keluarga Besar TNI AD”. Berkaitan dengan tema tersebut, ibu-ibu berperan sebagai seorang istri dan orang tua bagi anak-anaknya.
Diharapkan sebagai seorang istri yang baik harus mampu memberikan dorongan moril, semangat dan motivasi tugas kepada suaminya. Disamping itu untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya, agar selalu mendidik, mengontrol dan berkomunikasi dengan anak-anak, serta bekali mereka dengan pengetahuan agama dan keimanan sebagai landasan yang kokoh bagi dirinya dalam menggapai cita-cita.
Khususnya dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesatnya. Di era globalisasi perkembangan teknologi tidak mungkin dihindari karena hal tersebut merupakan tuntutan nilai untuk mengembangkan diri, dan wawasan namun ada sisi lain yang berimplikasi negatif terhadap perkembangan cara berfikir dan bersikap terhadap anak-anak kita manakala salah dalam menyikapinya. Untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah membentengi putra-putri / anak-anak kita dengan pendidikan agama.
Pada kesempatan itu, Pangkostrad mengingatkan kepada ibu-ibu harus lebih bijak mengatur ekonomi dengan menetapkan skala prioritas kebutuhan mana yang kira-kira sangat urgen dan mendesak untuk digunakan. Hindari sikap konsumtif dan pengeluaran yang sia-sia serta selalu berupaya menerapkan gaya hidup sederhana dalam rangka memperbaiki kualitas hidup.
Pangkostrad juga mengharapkan dalam organisasi kepersitan, ibu-ibu untuk berperan aktif sesuai dengan fungsi dan jabatan masing-masing. Wujudkan rasa kebersamaan dengan cara meningkatkan kepedulian sesama Persit, jadikan organisasi Persit ini sebagai wahana untuk memudahkan dan mencari solusi atas permasalahan yang ada baik pada individu maupun organisasi. Dengan demikian akan selalu dapat memberikan motivasi dan semangat kepada sesama Persit agar mampu berkarya dan bekerjasama
menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.
Jenderal bintang tiga ini mengimbau kepada seluruh anggota Persit KCK Gabungan Kostrad, agar tanggap terhadap perubahan-perubahan, harus tetap konsisten dan berpedoman pada tujuan organisasi Persit KCK. Jangan mudah terpancing isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat saat ini. Upayakan untuk lebih bijak dan arif dalam menyikapi perkembangan situasi yang ada. Dengan demikian, Persit akan memiliki visi dan misi yang sama dalam mewujudkan keserasian dan keharmonisan kehidupan, baik di lingkungan keluarga, organisasi maupun di tengah-tengah masyarakat.
Sementara itu Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Ny. Sita Mulyono, menyatakan bahwa peserta Raker yang dilaksanakan ini diikuti oleh utusan dari seluruh jajaran Persit KCK PG Kostrad dan Rapat Kerja ini dilaksanakan 1 hari. Selanjutnya Ketua Persit menyampaikan bahwa Raker ini ini dipandang perlu sebagai forum untuk merealisasikan penajaman Visi dan Misi Organisasi Persit KCK, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan yang terus berubah secara dinamis.
Lebih lanjut Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad berharap agar Raker yang dilaksanakan kali ini dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai dan dapat memperkokoh keberadaan organisasi Persit KCK demi menunjang tugas TNI AD dalam mengawal Kedaulatan dan keselamatan bangsa.
Dalam kesempatan itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad selaku pribadi dan mewakili segenap peserta Raker mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pangkostrad selaku Pembina Persit KCK PG Kostrad beserta staf karena ditengah-tengah kesibukan masih menyempatkan diri untuk menghadiri acara pembukaan Raker Persit KCK PG Kostrad Tahun 2015.
Hadir pada acara tersebut, Kaskostrad, Ir Kostrad, Koorsahli Pangkostrad, Staf Ahli Pangkostrad, Asren Kostrad, para Asisten Kaskostrad, Kabalak Kostrad, LO AL dan LO AU, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 1 dan 2 Kostrad beserta pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana sejajaran PG Kostrad.(pen-kostrad/sir)
Pangkostrad Ingatkan Ibu-ibu Harus Lebih Bijak Atur Ekonomi
Jakarta - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ( Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Mulyono, selaku Pembina Persit Kartika Chandra Kirana PG Kostrad, menyampaikan sambutan pada Acara Rapat Kerja Persit KCK PG Kostrad TA. 2015, di Ruang Mandala Makostrad. Jakarta Pusat, Rabu (11/3).
Pangkostrad mengucapkan terima kasih kepada seluruh ibu-ibu peserta Rapat Kerja Persit KCK PG Kostrad TA. 2015 di Makostrad. Semoga kehadiran ibu-ibu dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama Persit serta membawa kemajuan yang lebih baik bagi Persit KCK PG Kostrad di masa yang akan datang.
Kegiatan rapat kerja Persit KCK PG Kostrad ini, menurut Pangkostrad, adalah tindak lanjut dari Mupus yang baru saja dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Tujuannya adalah untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan pimpinan organisasi Persit, menyampaikan perubahan di dalam kepersitan serta menyampaikan rencana kerja dan anggaran Persit TA. 2015. Sehingga diperoleh kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan tugas Persit ke depan.
Pada kesempatan itu Pangkostrad selaku pembina Persit KCK Gabungan Kostrad, menyampaikan beberapa arahan kepada pengurus dan anggota Persit sesuai dengan tema “Dengan Semangat Kebersamaan Persit KCK, Meningkatkan Mutu Pendidikan, Kesejahteraan dan Kepedulian bagi Keluarga Besar TNI AD”. Berkaitan dengan tema tersebut, ibu-ibu berperan sebagai seorang istri dan orang tua bagi anak-anaknya.
Diharapkan sebagai seorang istri yang baik harus mampu memberikan dorongan moril, semangat dan motivasi tugas kepada suaminya. Disamping itu untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya, agar selalu mendidik, mengontrol dan berkomunikasi dengan anak-anak, serta bekali mereka dengan pengetahuan agama dan keimanan sebagai landasan yang kokoh bagi dirinya dalam menggapai cita-cita.
Khususnya dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesatnya. Di era globalisasi perkembangan teknologi tidak mungkin dihindari karena hal tersebut merupakan tuntutan nilai untuk mengembangkan diri, dan wawasan namun ada sisi lain yang berimplikasi negatif terhadap perkembangan cara berfikir dan bersikap terhadap anak-anak kita manakala salah dalam menyikapinya. Untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah membentengi putra-putri / anak-anak kita dengan pendidikan agama.
Pada kesempatan itu, Pangkostrad mengingatkan kepada ibu-ibu harus lebih bijak mengatur ekonomi dengan menetapkan skala prioritas kebutuhan mana yang kira-kira sangat urgen dan mendesak untuk digunakan. Hindari sikap konsumtif dan pengeluaran yang sia-sia serta selalu berupaya menerapkan gaya hidup sederhana dalam rangka memperbaiki kualitas hidup.
Pangkostrad juga mengharapkan dalam organisasi kepersitan, ibu-ibu untuk berperan aktif sesuai dengan fungsi dan jabatan masing-masing. Wujudkan rasa kebersamaan dengan cara meningkatkan kepedulian sesama Persit, jadikan organisasi Persit ini sebagai wahana untuk memudahkan dan mencari solusi atas permasalahan yang ada baik pada individu maupun organisasi. Dengan demikian akan selalu dapat memberikan motivasi dan semangat kepada sesama Persit agar mampu berkarya dan bekerjasama
menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.
Jenderal bintang tiga ini mengimbau kepada seluruh anggota Persit KCK Gabungan Kostrad, agar tanggap terhadap perubahan-perubahan, harus tetap konsisten dan berpedoman pada tujuan organisasi Persit KCK. Jangan mudah terpancing isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat saat ini. Upayakan untuk lebih bijak dan arif dalam menyikapi perkembangan situasi yang ada. Dengan demikian, Persit akan memiliki visi dan misi yang sama dalam mewujudkan keserasian dan keharmonisan kehidupan, baik di lingkungan keluarga, organisasi maupun di tengah-tengah masyarakat.
Sementara itu Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Ny. Sita Mulyono, menyatakan bahwa peserta Raker yang dilaksanakan ini diikuti oleh utusan dari seluruh jajaran Persit KCK PG Kostrad dan Rapat Kerja ini dilaksanakan 1 hari. Selanjutnya Ketua Persit menyampaikan bahwa Raker ini ini dipandang perlu sebagai forum untuk merealisasikan penajaman Visi dan Misi Organisasi Persit KCK, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan yang terus berubah secara dinamis.
Lebih lanjut Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad berharap agar Raker yang dilaksanakan kali ini dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai dan dapat memperkokoh keberadaan organisasi Persit KCK demi menunjang tugas TNI AD dalam mengawal Kedaulatan dan keselamatan bangsa.
Dalam kesempatan itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad selaku pribadi dan mewakili segenap peserta Raker mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pangkostrad selaku Pembina Persit KCK PG Kostrad beserta staf karena ditengah-tengah kesibukan masih menyempatkan diri untuk menghadiri acara pembukaan Raker Persit KCK PG Kostrad Tahun 2015.
Hadir pada acara tersebut, Kaskostrad, Ir Kostrad, Koorsahli Pangkostrad, Staf Ahli Pangkostrad, Asren Kostrad, para Asisten Kaskostrad, Kabalak Kostrad, LO AL dan LO AU, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 1 dan 2 Kostrad beserta pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana sejajaran PG Kostrad.(pen-kostrad/sir)
Label:
berita,
wartabogor
21.32
Wawan menjelaskan,diwilayahnya ada dua setu yang sampai saat ini belum maksimal dikelola oleh instansi terkait. "kami punya dua setu yaitu setu Cilala dan setu Lengkongbarang. Desa Janpang sendiri punya program desa wisata. belum lagi adanya program minapolitan diwilayah kecamatan Kemang. artinya aset setu tersebut sangat berarti jika bisa dikembangkan secara baik dan benar." paparnya. Lebih jauh wawan menerangkan, pihaknya tidak punya wewenang penuh atas pengelolaan aset tersebut. "kita inisangat terbatas kewenangan dan kemampuannya. Saya berharap pihak terkait seperti PSDA atau Dinas Peternakan dan Perikanan bisa membantu." harapnya.
Kepala Desa Jampang juga berharap,dengan adanya pengelolaan aset setu/danau secara baik akan berdampak pada terjaganya kelestarian alam dan lingkungan,serta mampu meningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. "kalau dikelola sama ahlinya,ekosistem terjaga.para peternak yang ada juga bisa dibimbing agar lebih baik dalam usaha perikanannya." imbuh Wawan. Ia juga menambahkan,saat ini kondisi setu Cilala dan Lengkongbarang menjadi tidak karuan karena memang kurangnya perhatian terhadap pengelolaanya. "semoga ke depan ada perhatian lebih dari instansi terkait,untuk kepentingan masyarakat banyak." Pungkasnya.(Ewo)
Kades Jampang Minta Pengelolaan Setu Di Maksimalkan
Kemang - Keberadaan sebuah setu/danau sejatinya adalah sebuah aset sumber daya alam yang bisa dimaksimalkan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. Potensi pengembangan bidang pariwisata dan peternakan sangat besar untuk dibuat dikawasan setu.Sayangnya, pengelolaan terhadap aset setu/danau dengan berbagai potensinya tersebut ternyata masih sangat kurang. Demikian diungkapkan Wawan Hermawan, Kepala Desa Jampang Kecamatan Kemang saat ditemui potretbogor di kantornya."Sebenarnya potensi setu itu sangat besar jika dikelola dengan maksimal." ujarnya.
Wawan menjelaskan,diwilayahnya ada dua setu yang sampai saat ini belum maksimal dikelola oleh instansi terkait. "kami punya dua setu yaitu setu Cilala dan setu Lengkongbarang. Desa Janpang sendiri punya program desa wisata. belum lagi adanya program minapolitan diwilayah kecamatan Kemang. artinya aset setu tersebut sangat berarti jika bisa dikembangkan secara baik dan benar." paparnya. Lebih jauh wawan menerangkan, pihaknya tidak punya wewenang penuh atas pengelolaan aset tersebut. "kita inisangat terbatas kewenangan dan kemampuannya. Saya berharap pihak terkait seperti PSDA atau Dinas Peternakan dan Perikanan bisa membantu." harapnya.
Kepala Desa Jampang juga berharap,dengan adanya pengelolaan aset setu/danau secara baik akan berdampak pada terjaganya kelestarian alam dan lingkungan,serta mampu meningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. "kalau dikelola sama ahlinya,ekosistem terjaga.para peternak yang ada juga bisa dibimbing agar lebih baik dalam usaha perikanannya." imbuh Wawan. Ia juga menambahkan,saat ini kondisi setu Cilala dan Lengkongbarang menjadi tidak karuan karena memang kurangnya perhatian terhadap pengelolaanya. "semoga ke depan ada perhatian lebih dari instansi terkait,untuk kepentingan masyarakat banyak." Pungkasnya.(Ewo)
Label:
berita,
sejarahlawas,
wartabogor
00.52
“Hidup bermasyarakat itu adalah sunnah, baik secara Hak dan Kewajiban atas kehidupan di bumi ini, baik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara,” terang Babeh Amsar (60) pendiri sekaligus pembina Komunitas Laskar Wayang Sejati (Lawas) saat ditemui Harian Bogor di Pendopo Lawas yang berlokasi di Dusun Babakan RT 01 RW 05 Desa Pondok Udik Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor.
KOMUNITAS LAWAS PEMEGANG TEGUH SENI DAN BUDAYA
KEMANG | Keberadaan sebuah seni dan budaya serta adat istiadat yang berlaku di tengah masyarakat adalah sebuah ciri terhadap nilai peradaban masyarakat itu sendiri. Sebagai Mahluk sosial dan beragama tentu hidup saling berdampingan dan saling membutuhkan adalah suatu hal yang tak bisa dielakan.
Label:
berita,
galery,
kegiatan,
wartabogor,
wisata


































