Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan

Sebagai Finalis SMAN 1 Tajurhalang Unjuk Gigi di LTUB

Tajurhalang - Sembilan SMA yang menjadi finalis diajang Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) tingkat Kabupaten Bogor 2015, yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (DISPORA) bersama Dinas Pendidikan (DISDIK) dan TNI AU, kesembilan sekolah tersebut yaitu SMAN 1 Cariu, SMAN 1 Gunung Putri, SMAN 1 Ciseeng, SMAN 1 Ciampea, SMAN 1 Tajurhalang, SMK Bina Taruna Parung Panjang, SMK Triple "J" Citeurep, SMAN 1 Cigudeg serta SMAN 3 Cibinong.



Ke 9 finalis tersebut berlomba dan bersaing untuk menjadi yang terbaik dieven bergengsi ini, salah satunya SMAN 1 Tajurhalang dalam ajangnya dibabak 9 besar ini para siswanya unjuk gigi dihadapan para dewan juri yang ternyata mendapatkan sambutan serta pnilaian yang cukup baik dari ketiga dewan juri, bahkan para siswa engan penuh optimisme yang tinggi ntuk bisa mencapai ketiga besar, hingga bisa mempersembahkan prestasi diajang ini untuk sekolah.

SMAN 1 Tajurhalang di LTUB 2015 kali ini yang bertindak sebagai pembina upacara yaitu Sihabuddin S.pd, pimpinan upacara Riszki Oto gono siswa kelas XI IPA 3, protocol oleh Souma Sholehah serta petugas pengibar bendera dibawakan oleh Indri dan rani siswa kelas XI serta Leska siswi kelas X, selain kesigapan seluruh siswa dalam mengikuti LTUB juga diperlihatkan kesigapan para anggota PMR dan Pramuka yang berada digarda barisan belakang, para anggota PMR dan Pramuka ini bertugas untuk mengantisifasi bila ada peserta upacara yang jatuh pingsan dan dibawa keruang UKS untuk diberikan pertolongan pertama yang beranggotakan 16 orang.

"Kami selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, akan tetapi LTUB ini butuh proses penilaian yang panjang mulai dari babak penyisisihan hingga menjadi finalis yang dilakukan oleh dewan juri, ini sudah membanggakan buat sekolah , karena berkat kerja sama antar tim yang ada di sekolah, namun yang terpenting bagi kami adalah penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi siswa, dentgan memiliki PHBS ini maka seluruh siswa akan dapat meningkatkan kedisiplinan, keimanan, kbersihan serta cinta lingkungan yang selalu sehat, oleh karena itu sekolah senantiasa melakukan penghijauan serta penataan taman sekolah " papar Dra.Hj. Elli Supartini M.Si Kepsek SMAN 1 Tajurhalang, Kamis (12/3).

Selanjutnya dikatakan kepsek dengan PHBS tersebut insya Allah akan dapat mencegah siswa dari kenakalan remaja, tawuran, maupun dari bahaya Narkoba, karena dijiwa mereka sudah tertanam keimanan yang kuat serta kedisiplinan yang tinggi dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan peraturan maupun tata tertib sekolah hingga mereka terbiasa di kehidupan sehari-hari baik dirumah maupun dilingkungan mereka tinggal, tambah Kepsek.

Diajang LTUB 2015 dibabak finalis menghadirkan tiga orang dewan juri yang berasal dari tiga intitusi yaitu Wahyudi caniago SH dari DISPORA, Dra. Dwiyanti dari DISDIK serta Mayor sumarno dari TNI AU, " untuk SMAN 1 Tajurhalang ini ccukup baik dan bagus , dimana ada 17 indikator penilaian serta beberapa aitem dari yang terkecil hingga yang terbesar semua dinilai, yang pada intinya yaitu pada saat pengibaran bendera, semntara untuk hasilnya nanti akan diumumkan ketika hari HARDIKNAS di pemda, dan finalis LTUB ini diselenggarakan selama tiga hari (Kamis, Jum'at dan Sabtu). Dikesempatan tersebut DISPORA Kabupaten Bogor memberikan Piagam penghargaan kepada Dra.Hj.Elli Sumartini M.Si Kepala sekolah SMAN 1 Tajurhalang yang telah muncul sebagai finalis LTUB di 2015, selain itu IBU Elli juga dikenal sebagai sosok pemimpin perempuan yang tangguh serta kuat disetiap kepemimpinannya, sehingga tak heran kalau intansi yang dipimpinnya tersebut selalu menoreh prestasi, sehingga pantas mndapatkan penghargaan dari DISPORA.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Dituntut 18 Bulan Penjara

BANDUNG - Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Toto Suharto, dituntut hukuman 18 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bale Bandung pada persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (11/3/2015) malam.


JPU menilai terdakwa Toto terbukti bersalah menyalahgunakan dana proyek pembangunan taman, lapangan upacara, dan fasilitas parkir di 31 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung senilai Rp
Rp 649,6 juta.

"Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan," kata JPU Hardiansyah SH.

Menurut JPU, Toto telah melanggar Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

JPU mengatakan, hal yang memberatkan terdakwa sebagai penyelenggara negara tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 649,6 juta, belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

Atas tuntutan itu, Toto melalui kuasa hukumnya mengajukan pledoi atau nota pembelaan yang akan disampaikan pada persidangan selanjutnya, Rabu (18/3) pekan depan.

Kasus ini berawal saat Toto masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bandung. Toto diduga telah membantu pencairan APBD 2013 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung untuk kegiatan proyek fasilitas pemagaran, parkir, dan lapangan upacara di 31 SD.

Namun kenyataannya pekerjaan itu tidak sesuai dengan kontrak tapi dilaporkan telah selesai 100 persen. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 649,6 juta. (san)

5 Hal Soal Wina, Si Penjual Rumah Siap Nikah



Baru-baru ini, seorang perempuan asal Yogyakarta, membuat dunia maya heboh. Perempuan bernama Wina Lia itu jadi sorotan media tanah air lantaran iklan jual rumah miliknya yang tergolong unik."Penawaran langka abad ini !!! Beli rumahnya bisa mengajak pemiliknya menikah," demikian bunyi iklan yang dimuat di salah satu situs jual beli rumah online itu.


Wina, (40), mengakui bahwa iklan yang dibuat oleh seorang agen properti kenalannya itu memang benar adanya dan tidak bermaksud untuk mendulang sensasi. Selain ingin agar rumahnya yang terletak di kawasan Randu Gunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta itu cepat laku, kebetulan Wina juga sedang mencari pendamping hidup.

Ada beberapa hal yang mungkin belum Anda ketahui soal Wina. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.

1. Wina adalah orang tua tunggal (single parent)

Wina Lia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang single parent. Ia punya dua orang anak, satu berusia 21 tahun, sementara seorang lainnya berusia 14 tahun. Tinggal hanya berdua bersama salah satu anaknya, Wina serius sedang mencari seorang lelaki yang bisa menjadi pendamping hidup sekaligus ayah yang baik bagi kedua anaknya.

2. Wina menjalankan usaha wiraswasta

Wina adalah seorang perempuan mandiri yang mengaku berprofesi sebagai wirausahawati. Namun, ketika ditanya, Wina enggan mengungkap apa bidang usaha yang sedang ia geluti.

3. Wina fasih berbahasa Jawa halus

Saat diwawancarai, Wina mengaku asli orang Yogyakarta. Wina sempat berbincang-bincang dengan suara.com dengan Bahasa Jawa halus dialek Yogyakarta.

4. Wina mengaku baru mengenal Dian, agen pengiklan rumahnya

Wina menegaskan, bukan dirinya yang membuat dan mengunggah iklan tersebut ke situs jual beli rumah, melainkan seorang agen properti yang baru dikenalnya.

"Pemberitaan itu sebenarnya benar cuma yang mengekspos iklan itu memang bukan saya. Itu mas Dian, yang baru saya kenal lewat Facebook," papar Wina.

Menurut Wina, Dian adalah agen properti yang membantu memasarkan rumahnya lewat dunia maya.

"Dia itu agen properti independen, dia tanya apakah ada rumah atau tanah yang mau dijual. Kemudian, dia datang sendiri ke rumah untuk membahas rencana mengiklankan rumah saya," jelas Wina.

5. Wina 'gerah' dengan istilah "beli rumah bonus istri"

Perempuan berparas manis itu mengaku tidak senang dengan istilah "beli rumah dapat bonus nikahi pemiliknya" yang banyak beredar.

"Niat saya baik ingin jual rumah, ada susahnya ada senangnya. Susahnya banyak komen negatif," kata Wina.

Revalina Akan Nikahi Brondong

Jakarta - Tak banyak yang tahu tentang sosok calon suami Revalina S Temat, Rendy Aditya Gunawan. Akhir 30 Desember 2014 lalu, wajahnya dikenal publik setelah muncul di akun Instagram pribadi milik Reva. Saat itu, Rendy baru saja melamar bintang sinetron Bawang Merah Bawang Putih tersebut.



Kini, kurang dari sepekan lagi pria berkacamata itu akan menikahi Reva di Bali. Ketika disinggung mengenai sosok Rendy, Reva berujar sambil malu-malu. "Justru itu jangan ada yang tahu (tentang Rendy). Saya kan malu orangnya, hehehe," ujar Revalina S Temat di kediamannya, Rempoa, Tangerang Selatan, Minggu (8/3/2015).

Setelah didesak, Reva pun menceritakan awal mula berkenalan dengan pria yang tiga tahun lebih muda darinya. Ternyata, Rendy merupakan teman dari adik Reva."Nah, tuh sudah pada tahu (teman adik). Dua tahun yang lalu perkenalannya, kemudian dijalani, merasa cocok. Kita sih jalanin saja. Saya lebih tua tiga tahun," ucap artis 29 tahun tersebut.
Meski akan menikahi pria yang lebih muda, namun Revalina S Temat sudah merasa yakin. Apalagi banyak sifat Rendy yang dikagumi oleh Reva. "Insya Allah siap. Sudah lama cukup mengenal. Menurut keluarga saya oke dan baik, berarti untuk saya apalagi. Banyak lah yang saya sukai dari dia," tandas Revalina S Temat. (Ras/Cho)

 
Support : Creating Website | Kanjeng Igon | Kanjeng Igon
Copyright © 2015. LASKAR WAYANG SEJATI.COM - Hak cipta dilindungi
Template Dibuat by Kangjeng Igon Published by Kanjeng Igon
Proudly powered by Igon